- Advertisement -
HomeNews31 Korban Tewas dalam Kecelakaan Bus Sriwijaya, Berikut Kronologinya

31 Korban Tewas dalam Kecelakaan Bus Sriwijaya, Berikut Kronologinya

- Advertisement -

Covesia.com – Kecelakaan maut bus Sriwijaya rute Bengkulu–Palembang ternyata tidak langsung diketahui masyarakat maupun polisi. Bahkan, bus Sriwijaya lain yang semula beriringan tak menyadari bahwa mobil yang ada di belakangnya mengalami kecelakaan.

Awalnya polisi mengetahui peristiwa kecelakaan maut bus Sriwijaya dengan nomor polisi BD 7031 AU itu atas laporan salah seorang korban selamat.

Baca juga: Korban Meninggal Bus Sriwijaya Bertambah Jadi 31 Orang, 3 Belum Teridentifikasi

Korban tersebut mendatangi pos pengamanan Natal dan Tahun Baru 2020 yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian di Jalan Lintas Pagar Alam-Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan pada Senin (23/12) malam.

“Kalau dilihat sepintas memang seperti tidak ada bekas mobil jatuh. Beruntung penumpang selamat itu cepat menghubungi pos polisi yang tidak jauh dari lokasi,” kata Kepala Operasional PO Sriwijaya Express Bengkulu Aji Supriadi di Bengkulu, dikutip Covesia dari Antara, Rabu (25/12/2019).

Setelah korban selamat tersebut mendatangi pos pengamanan polisi, informasi tentang kecelakaan ini kemudian menyebar ke pihak terkait terutama tim pencari dan penyelamat (SAR) untuk menuju lokasi menolong para korban lainnya.

Ia mengatakan, sopir yang membawa bus Sriwijaya saat terjun ke jurang di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumsel saat ditemukan dalam kondisi terjepit di dalam bus.

Baca juga: KNKT Diminta Cari Tahu Penyebab Bus Sriwijaya Terjun ke Jurang

Bus nahas itu dikendarai oleh Feri Agus Mulyadi (49). Sopir utama bus ini masuk dalam daftar korban meninggal. Malangnya hingga Selasa, sopir utama itu belum bisa dievakuasi dari dalam bus.

Sementara sopir cadangan yakni Feri (50) juga masuk dalam daftar korban meninggal. Selain itu, bus nahas itu juga membawa dua orang kernet. Satu di antara dua orang kernet itu juga meninggal.

Aji menjelaskan, ada dua bus Sriwijaya yang awalnya berangkat beriringan pada Senin dengan tujuan berbeda yakni Bengkulu – Kota Palembang dan Bengkulu – Bandarlampung. Kedua bus berangkat dari Kota Bengkulu dengan waktu yang berbeda.

Bus nahas dengan tujuan Bengkulu – Kota Palembang berangkat pukul 14.00 WIB. Sedangkan bus Sriwijaya dengan tujuan Bengkulu – Bandarlampung berangkat pukul 15.00 WIB.

Kendati demikian, kedua bus ini sempat iring-iringan di jalan. Pada sore hari, kedua bus Sriwijaya yang berangkat dari Kota Bengkulu ini sempat istirahat di salah satu rumah makan di daerah Pendopo Sumsel. Setelah itu kedua bus kembali melanjutkan perjalanan.

Saat di jalan, antara bus Sriwijaya yang nahas dengan bus Sriwijaya dengan tujuan Bandarlampung hanya berjarak sekitar satu tikungan. Saat iring-iringan itu, bus Sriwijaya tujuan Kota Palembang berada di depan, sedangkan bus Sriwijaya tujuan Bandarlampung berada di belakang.

Lalu pukul 23.30 WIB, di salah satu jembatan di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, bus Sriwijaya dengan tujuan Bandarlampung sempat berhenti sesaat karena sopir bus mendengar seperti ada bunyi yang jatuh.

Aji mengatakan, sopir bus Sriwijaya dengan tujuan Bandarlampung itu mengira ada yang jatuh dari bagasi bus yang dikendarainya. Setelah dicek ternyata bagasi bus tetap dalam kondisi tertutup dan tidak ada barang bawaan yang terjatuh. Sopir bus kemudian kembali melanjutkan perjalanan.

Merasa tertinggal dari iring-iringan, sopir bus Sriwijaya tujuan Bandarlampung tersebut berusaha menyusul bus Sriwijaya tujuan Kota Palembang yang ada di depannya. Namun setelah beberapa jauh tetap saja bus Sriwijaya tujuan Kota Palembang itu tidak terlihat.

“Sopir yang tujuan Bandarlampung ini langsung berusaha mengejar tapi tidak ketemu lagi. Sopir itu tanya-tanya juga sama sopir lain dari arah berlawanan ada tidak melihat bus Sriwijaya satu lagi (tujuan Palembang), tapi tidak ada yang melihat,” ujar Aji.

Dari laporan terkini, jumlah korban hingga Rabu (25/12/2019) siang, jumlah korban tewas akibat kecelakaan maut bus Sriwijaya itu sudah mencapai 31 orang. Sementara total korban yang sudah dievakuasi tercatat 44 orang.

(ant/rdk)

- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
Related News
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five − 1 =