Sumbar Siaga Tetapkan Status Siaga Bencana Hingga 28 Februari 2020

Covesia.com – Intensitas hujan yang tinggi bebreapa pekan terakhir di Sumatra Barat telah menyebabkan sejumlah bencana hidrometeorologi. Berbagai bencana seperti banjir, banjir bandang, dan longsor kerap terjadi di berbagai daerah.

Melalui SK nomor 360-975-2019 bertanggal 22 Desember 2019 yang dikeluarkan oleh Pemprov Sumbar, yang ditandatangani oleh gubernur, ditetapkan bahwa provinsi itu dinyatakan siaga darurat bencana hingga 28 Februari tahun depan.

“Penetapan tersebut berdasarkan perkiraan cuaca dari BMKG,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Erman Rahman kepada Covesia, Rabu (25/12/2019).

Tak hanya itu, Erman juga mengatakan bahwa penetapanpun berdasarkan surat Kepala BNPB dan telah melalui rapat bersama kabupaten dan kota.

Status siaga ini diberlakukan mulai 20 Desember hingga 28 Februari 2020 dan sewaktu-waktu bisa saja diperpanjang ataupun diperpendek.

Gubernur Sumbar dalam status siaga ini meminta bupati dan wali kota, melakukan hal-hal sebagaimana yang dituliskan di bawah ini.

Pertama, menginventarisasi daerah rawan bencana di daerah dan mensosialisasikan kepada masyarakat daerah rawan tersebut melalui mitigasi dan pencegahan.

Selanjutnya, mengaktifkan pos siaga bencana di daerah rawan bencana untuk percepatan penanganan.

Gubernur juga meminta semua peralatan kebencanaan yang dimiliki di masing-masing kabupaten/kota dalam keadaan berfungsi.

Berikutnya, melakukan koordinasi dengan perangkat daerah, TNI, Polri dan relawan untuk mengantisipasi dampak bencana.

“Yang terakhir, mengaktifkan rencana kontijensi sebagai rencana aksi dalam penanggulangan bencana.”

(ila/rdk)

0 Comments

Leave a Comment

four × three =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password