Namanya Tak Pernah Disebut Sebagai Calon Gubernur, Aldi Taher Protes ke DPW PKS

Covesia.com – Salah satu kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumbar yang berkomitmen ikut Pilkada 2020, Aldi Taher menuding Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS, Irsyad Syafar tidak netral.

Aldi mengatakan hal tersebut dikarenakan Ketua DPW PKS itu hanya menyebutkan dua nama calon PKS yakninya Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah dan Walikota Payakumbuh, Reza Falefi kepada media di Sumbar.

“Ketua PKS Sumbar harus netral kepada kadernya, jangan berat sebelah, Aldi Taher kader PKS juga,” ungkapnya kepada Covesia.com melalui pesan WhatsApp, Senin (30/12/2019).

Seharusnya, imbuh Aldi, DPW PKS harus memberikan kesempatan yang sama terhadap kader yang ingin maju Pilkada Sumbar. Karena masing-masing kader itu sejatinya memiliki peluang dan hak yang sama.

“Saya protes, gak menghargai saya dan ibu saya dia, Saya dulu datang ke PKS Sumbar dengan ibu saya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Aldi mengatakan bahwa Irsyad Syafar diangkat menjadi ketua adalah untuk umat bukan untuk Mahyeldi.

Tak hanya itu, Aldi menilai ada aroma kepentingan pribadi dari Ketua PKS Sumbar. Sehingga tidak pernah menyebutkan namanya di kader PKS. “Gak menghargai jerih payah saya dia,”ungkapnya.

“Sebagai seorang yang diamanahkan selayaknya Irsyad Syafar tidak menyalahgunakan jabatan. Jelas-jelas Mahyeldi udah janji sampai 2024 jadi Walikota Padang, kenapa harus dipaksa maju menjadi gubernur, janji adalah hutang,” ujarnya.

Untuk maju di pilkada 2020, Aldi Taher mengatakan sudah melakukan berbagai usaha seperti membaca Alquran, meminta restu ibunya, bergabung dengan PKS, membuat baliho, sosialisasi bertemu masyarakat Sumbar, mengalir formulir ke PPP, meminta restu ninik mamak seperti Nasrul Abit,Mahyeldi, Fakhrizal melalui WhatsApp pribadi.

(ila)

0 Comments

Leave a Comment

12 + eighteen =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password