Ketegangan Rusia dan Barat, Periode Perang Dingin Baru Telah Dimulai

Berlin – Mantan pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev, di Berlin mengatakan bahwa ketegangan antara negara-negara Barat dengan Rusia terkait krisis di Ukraina berpotensi berkembang menjadi Perang Dingin baru.

Gobachev yang dinilai berjasa besar bagi pemulihan hubungan dengan Barat yang kemudian berdampak pada runtuhnya rezim komunis di Eropa Timur–juga menuduh Amerika Serikat tidak memenuhi janji pasca-runtuhnya tembok Berlin yang merupakan simbol dari berakhirnya Perang Dingin.

“Dunia kini di ambang Perang Dingin baru. Beberapa orang bahkan mengatakan periode itu telah dimulai,” kata Gorbachev yang diundang ke Jerman untuk memperingati peristiwa runtuhnya tembok Berlin pada 9 November 1989.

“Dan meski demikian, sementara situasi terus memanas, kita tidak menyaksikan organisasi internasional, terutama Dewan Keamanan PBB, bertindak untuk mencegahnya,” kata dia.

Mantan pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev, Sabtu, di Berlin mengatakan bahwa ketegangan antara negara-negara Barat dengan Rusia terkait krisis di Ukraina berpotensi berkembang menjadi Perang Dingin baru.

Gobachev–yang dinilai berjasa besar bagi pemulihan hubungan dengan Barat yang kemudian berdampak pada runtuhnya rezim komunis di Eropa Timur–juga menuduh Amerika Serikat tidak memenuhi janji pasca-runtuhnya tembok Berlin yang merupakan simbol dari berakhirnya Perang Dingin.

“Dunia kini di ambang Perang Dingin baru. Beberapa orang bahkan mengatakan periode itu telah dimulai,” kata Gorbachev yang diundang ke Jerman untuk memperingati peristiwa runtuhnya tembok Berlin pada 9 November 1989.

“Dan meski demikian, sementara situasi terus memanas, kita tidak menyaksikan organisasi internasional, terutama Dewan Keamanan PBB, bertindak untuk mencegahnya,” kata dia (ant/lif)

0 Comments

Leave a Comment

18 − 14 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password