Presiden Tinjau Pelabuhan dan Pembangkit Listrik Tianjin

Beijing – Presiden Joko Widodo (Jokowi), Minggu sore waktu setempat meninjau proyek pembangkit listrik tenaga batubara dan pelabuhan di Tianjin, Tiongkok. Peninjauan itu dilakukan di sela-sela rangkaian pertemuan Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Beijing.

Dalam kunjungan itu Presiden memperoleh penjelasan dari operator pelabuhan tersebut tentang luas dan kapasitas pelabuhan itu. Presiden secara langsung juga meninjau dermaga kontainer pelabuhan tersebut.

Sementara itu di fasilitas pembangkit listrik Presiden mendengarkan penjelasan bahwa pembangkit listrik tersebut sangat efisien karena mensinergikan produksi energi, pemurnian air laut, produksi garam dan pengolahan limbah.

Turut mendampingi kepala negara antara lain Ibu Iriana Joko Widodo, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel dan Wakil Ketua DPD GKR Hemas.

Sebelumnya Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengatakan bahwa Kepala Negara ingin melihat integrasi antara pembangkit energi dan pelabuhan. Ia menambahkan bahwa upaya ini selaras dengan prioritas pembangunan pemerintahan Presiden Jokowi yaitu maritim dan tol laut, infrastruktur, kereta api, serta pangan dan energi.

Perjalanan ke Tianjin ditempuh dengan menggunakan kereta api cepat dengan jarak tempuh kurang lebih 30 menit. Presiden beserta rombongan menggunakan satu gerbong khusus yang menjadi satu dengan kereta penumpang umum. Di stasiun Kota Tianjin kedatangan Presiden beserta rombongan sempat menarik perhatian para pengguna jasa kereta api cepat tersebut.

Tianjin adalah salah satu dari empat kota setingkat provinsi di Tiongkok selain Beijing, Shanghai dan Chongqing. Kota yang berpenduduk 14,1 juta orang itu menurut data 2012 itu memiliki industri utama antara lain di bidang petrokimia, tekstil, mobil dan besi.

Pelabuhan Tianjin juga merupakan pelabuhan terbesar di kawasan utara Tiongkok dan merupakan pintu akses maritim terpenting bagi Beijing. Dengan luas daratan 121 km persegi, pelabuhan Tianjin adalah “man-made port” terbesar di Tiongkok.

Pada tahun 2013 pelabuhan Tianjin menangani kargo sejumlah 500 ton dan kontainer sebanyak 13 juta TEU yang menjadikannya sebagai pelabuhan dengan aktivitas keempat terbesar di dunia dan pelabuhan kontainer kesembilan terbesar di dunia.

Pelabuhan Tianjin menghubungkan Tiongkok dengan lebih dari 600 pelabuhan di 180 negara di dunia. Sementara itu Tianjin Beijiang Power Plant adalah pembangkit listrik bertenaga batu bara dengan kapasitas 2.000 megawatt yang dibuka pada 2009 dan berlokasi di Hangu Subdistrik, Binhai New Area.

Pembangkit listrik itu adalah salah satu sumber tenaga bagi Tianjin terutama kawasan Binhai New Area. Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Tiongkok pekan ini, 8-11 November, untuk menghadiri pertemuan puncak Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC). (ant/bim)

0 Comments

Leave a Comment

five + 5 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password