- Advertisement -
HomeNewsHadapi Corona, Wali Kota Depok Ajak Masyarakat Salat dan Berdoa

Hadapi Corona, Wali Kota Depok Ajak Masyarakat Salat dan Berdoa

- Advertisement -

Covesia.com – Virus Corona tengah mewabah di seluruh belahan dunia. Pemerintah pun kini terus mengantispasi penyebaran virus Corona, termasuk Pemkot Depok.

Bicara soal wabah virus Corona ini, Wali Kota Depok Muhammad Idris Abdul Somad meminta masyarakat untuk tidak panik. Idris pun mengajak warga untuk rajin salat dan berdoa. Dia juga menyebut bahwa wudu adalah penangkal virus.

“Untuk menangkal sebenarnya kalau umat Islam sudah biasa menangkal suatu virus. Virus apapun ya dengan kita berwudu, dengan kita memelihara wudu itu penangkalan virus-virus apa saja,” kata Idris di Polresta Depok, Jl Margonda Raya, Depok, Kamis (5/2/2020).

Hal itu diungkapkan Idris dalam sambutannya di acara ‘Pencanangan Zona Integritas Polres Metro Depok menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bebas Korupsi dan Melayani (WBBKM)’.

Idris meminta masyarakat untuk tidak panik akan virus Corona. Dia mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terinfeksi virus Corona.

“Ibu bapak sekalian jangan khawatir terhadap virus ini, yang penting kita bisa jaga kesehatan kita, daya tahan tubuh kita. Daya tahan kita sudah bagus dan insyaallah virus apapun tidak bisa menyerang kita,” katanya.

Idris pun kemudian menyebut bahwa angka kematian akibat penyakit TBC lebih banyak ketimbang Corona.

“Penyakit yang namanya TBC di Indonesia itu tingkat kematiannya jauh lebih besar ketimbang Corona, kemungkinan kematian virus Corona itu hanya 15 persen,” tuturnya.

Idris kemudian mencontohkan bagaimana China dan Vietnam sudah berhasil menurunkan angka kematian akibat cirus Corona ini.

“Bahkan kemarin diturunkan dengan bukti-bukti berhasil seperti China sudah berhasil melakukan, Vietnam pembersihan penyakit ini berhasil itu hanya 2-3 persen tingkat kematiannya dari banyak kasus,” katanya.

“TBC yang di antaranya Depok ini endemik TBC banyak yang terserang tuberkulosis, makanya kita bikin satgas TBC. TBC ini di Indonesia 11 orang per jam kematiannya. Bedanya kalau TBC bisa bertahun-tahun sakitnya, bisa setahun, dua tahun, ada yang lima tahun, 7 tahun. Tapi kalau Corona bisa 2 jam, 4 jam ketika si virus menyerang,” paparnya.

Lebih lanjut Idris mengajak warganya untuk menggelar istigasah dan berdoa. Sebelumnya Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto juga menyarankan salat istigasah terkait virus Corona ini.

“Tadi disinggung sebelumnya, NU, muslimat NU sudah mendahului untuk proses istigasah dengan berbagai zikirnya dan ini sangat penting. Dan serentak bersama Forkominda akan melaksanakan ini atas arahan Pak Menteri dari provinsi juga untuk melakukan istigasah bersama-sama. Anggap saja ini sebagai undangan untuk kita istigasah, untuk berzikir,” tuturnya.

(lif/dtc)

- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
Related News
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

7 + thirteen =