Alasan Yenni Wahid Dukung Pengosongan Kolom Agama di KTP

Jakarta – Legislator Partai Kebangkitan Bangsa
(PKB) Yenni Wahid mendukung rencana pengosongan kolom agama pada Kartu
Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). “Saya mendukung. Kalau
saya lihat itu menjadi sumber diskriminasi, sebagian orang dipaksa
mencantumkan nama agama yang bukan dianutnya,” ucapnya di Jakarta,
Minggu (9/11/2014).

Menurutnya rencana kebijakan pemerintah tersebut
merupakan langkah yang tepat untuk mengikis diskriminasi selama ini,
pemerintah juga harus segera menindaklanjuti rencana itu.

Ia
menambahkan setiap orang berhak memilih agama sesuai dengan
kepercayaannya dan keyakinan yang dianutnya. Seperti diatur
Undang-Undang jadi pihak manapun, apalagi Negara, tidak boleh memaksa
seseorang untuk mengakui agama atau kepercayaan yang tidak dipeluknya. “Misalkan seseorang berkepercayaan Sunda Wiwitan maka bisa dicantumkan di e-KTP harus dilindungi,” tegasnya.

Ia mengatakan rencana pemerintah ini merupakan titik temu karena
dengan begitu setiap orang dapat mengakui agama atau kepercayaan yang
dianutnya tanpa ada paksaan. Saat dikonfirmasi mengenai
apakah nantinya tidak akan memberikan ruang kesuburan bagi ateisme di
Indonesia, putri Almarhum Gus Dur itu mengatakan bahwa hal tersebut
tidak beralasan karena menurutnya kultur di Indonesia masih
mengedepangkan agama.

“Meskipun kolom dikosongkan tidak akan
menjadi bumerang yang menumbuhkan menjadi ateisme. Kultur di Indonesia
saat ini masih mengedepankan agama. Selama orang tua mengajarkan
anaknya untuk beribadah maka ateisme tidak akan tumbuh. Semua bukan
karena status di KTP tetapi tergantung didikan dari orang tua,”
pungkasnya. (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

five + 9 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password