Sejarah Bangsa Masih Gelap, Bagi Generasi Penerusnya

Padang-Bila kita kilas balik sejarah masa lalu, perjuangan para pahlawan dalam mengusir penjajah di bumi pertiwi ini, tidak akan bisa dibayar dalam bentuk apapun.

Mereka para pejuang kemerdekaan rela bertempur mati-matian di medan perang, namun tak pernah gentar meski nyawa menjadi taruhannya. Oleh sebab itu, rasanya wajib kita menundukkan kepala sejenak untuk mengenang jasa-jasa mereka saat hari pahlawan 10 November 2014 ini.

Sementara itu, hal yang melatarbelakangi tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan adalah sebuah peristiwa pertempuran hebat yang terjadi di Surabaya antara arek-arek Suroboyo dengan serdadu Sekutu yang diboncengi oleh tentara NICA Belanda.

Hingga saat ini, setiap tahun kita masih terus memperingatinya.Diharapkan dengan mengetahui dan memaknai nilai kepahlawanan pendiri bangsa ini, akan menjadikan bangsa ini setapak lebih maju.

Intinya, para pendiri bangsa ini seperti , Soekarno, Hatta, M.Yamin, Sutan Syahrir, Agus Salim,dan Bung Tomo serta beberapa pejuang berjasa lainnya, berjuang sampai titik darah penghabisan untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia yang berdaulat.

Karena pada masa itu umur kemerdekaan bangsa kita masih terhitung bulanan saja.

Bangsa Belanda sepertinya tidak rela jika negeri yang mereka jajah selama ratusan tahun memerdekan diri.

Sayangnya,di masa sekarang ini,nilai kepahlawan tersebut tidak sepenuhnya dipahami para generasi penerus bangsa.Tentu saja faktor kurangnya edukasi dan menanamkan jiwa patriot kepada generasi penerus inilah yang menjadi salah satu penyebab utamanya.

Demikian disampaikan seorang Tokoh Masyarakat Agam, Can Pirau (78) yang didatangi covesia.com Minggu,(9/11/2014).

Ia juga menyayangkan melunturnya nilai sejarah pada generasi muda saat ini,menurut Can,kondisinya sudah sampai pada titik yang mengkhawatirkan.Entah apa yang jadi penyebab pupusnya nilai sejarah dalam pengetahuan mereka,ucapnya.

Can Pirau yang akrab disapa Inyiak Guru ini hanya bisa berharap, pemerintah sekarang mampu memikirkan cara yang terampuh agar generasi muda bisa kembali mengetahui ikhwal dan asal muasal perjalanan bangsa Indonesia ,baik itu sebelum era kemerdekaan maupun setelah kemerdekaan hingga saat ini.

Tujuannya tentu saja menumbuhkan kembali semangat nasionalisme mereka,agar mereka bisa menjaga bangsa ini dengan baik dimasa yang akan datang.Karena pada saat ini mereka para generasi penerus bangsa terlihat buta dengan sejarah negerinya sendiri,tandasnya.(jmb)

0 Comments

Leave a Comment

20 − 12 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password