Medio 2015, Pembangunan Pembangkit Tahap Pertama Rampung

Jakarta – PT PLN (Persero) menargetkan program percepatan pembangunan pembangkit listrik tahap pertama berkapasitas 9.700 MW bakal selesai seluruhnya pada pertengahan 2015. Sampai Oktober 2014, proyek pembangkit “fast track program” tahap pertama (FTP 1) itu sudah selesai 7.300 MW.

Direktur Konstruksi dan Energi Terbarukan PLN, Nasri Sebayang di Jakarta, Senin (10/11/2014) mengatakan, saat ini, sedang tahap komisioning sekitar 1.300 MW dengan target operasi sampai akhir tahun ini 8.200 MW dan selesai seluruhnya pada pertengahan 2015,” katanya.

Penyelesaian proyek FTP 1 yang dibangun kontraktor Tiongkok tersebut jauh dari target semula pada 2010. Kendala utama penyelesaian proyek yang seluruhnya PLTU berbahan batubara adalah masalah pendanaan, pembebasan lahan, dan penambahan pembangkit.

Pada 2010, hanya delapan PLTU berkapasitas 4.510 MW yang telah beroperasi penuh. Kedelapan PLTU itu adalah Suralaya Baru, Labuan, Lontar, Indramayu, Rembang, Kendari, Paiton 1, dan Amurang.

Sementara, PLTU yang baru beroperasi pada 2015 di antaranya Adipala, Cilacap 660 MW dan Tenayan, Riau 2 x 110 MW. Untuk FTP 2, lanjut Nasri, dari total kapasitas 17.800 MW, baru terealisasi PLTP Patuha, Jabar 55 MW dan akan menyusul PLTP Ulumbu 5 MW.

Menurut dia, secara keseluruhan, FTP 2 selesai pada 2022-2023. “Masih panjang,” katanya.

Terkait rencana pemerintah membangun pembangkit berkapasitas 35.000 MW, Manajer Humas PLN Bambang Dwiyanto mengatakan, pihaknya akan menjalankan program tersebut. “Kalau 35.000 MW selama lima tahun, berarti setahun sekitar 7.000 MW,” katanya.

Menurut dia, dari 35.000 MW, sebanyak 15.000 di antaranya dibangun PLN dan sisanya 20.000 MW oleh swasta. Rencana pembangunan pembangkit 7.000 MW per tahun tersebut sudah sesuai Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik PLN dengan kapasitas 70 ribu MW selama 10 tahun.

Pemerintahan Joko Widodo berencana membangun pembangkit 35.000 MW dalam lima tahun ke depan untuk mengejar kekurangan daya sekaligus mengantisipasi pertumbuhan ekonomi sebesar tujuh persen.

Pada pertemuan bisnis di Beijing, Tiongkok dalam rangkaian Forum APEC, Presiden Joko Widodo kembali mengundang investor Negeri Tirai Bambu tersebut membangun pembangkit listrik. Namun, Presiden menegaskan, kualitas pembangkit haruslah yang terbaik dan jangan lagi kurang baik seperti sekarang ini. (ant/bim)

0 Comments

Leave a Comment

1 × 5 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password