Serahkan LHKPN ke KPK, Kekayaan Menkop UKM Rp4 Miliar

Jakarta – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (10/11) sekitar pukul 12.30 WIB. Kedatangannya untuk menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada lembaga antikorupsi tersebut.

Puspayoga yang berada sekitar dua jam di gedung KPK menuturkan, tak ada masalah mengenai LHKPN yang dilaporkannya. “Itu kan sudah diverisifikasi tahun lalu. Dulu waktu saya Wakil Gubernur Bali tinggal diganti jadi Menteri Koperasi dan UKM saja,” ujarnya dihadapan wartawan usai menyerahkan LHKPN.

Kedatangan Puspayoga ke KPK juga berdiskusi mengenai pembuatan pengendalian unit gratifikasi. Bahkan dalam waktu dekat kementerian yang dipimpinnya untuk bekerja sama dengan KPK. “Nanti KPK akan datang ke tempat kami dan memberikan pelatihan. Nanti akan kita buat MoU-nya soal gratifikasi, pelaporan dan lainnya,” ucapnya.

Mantan Wakil Gubernur Bali periode 2008-2013 itu mengaku jumlah kekayaannya itu terdiri dari tanah dan tabungan senilai Rp4 miliar. Jumlah tersebut meningkat dari Rp2 miliar yang pernah dilaporkannya pada 2008 silam. “Sekarang masih tetap segitu (Rp4 miliar, red). Kalau kenaikan, karena ini aja nilai jual objek (NJO) tanah itu naik. Pembelian tanah tidak ada,” tukasnya.

Saat ini sudah enam menteri Kabinet Kerja pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) yang telah melaporkan harta kekayaan mereka ke KPK. Selain Puspayoga, menteri yang sudah menyerahkan LHKPN adalah Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek, Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi. Terakhir, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang menyerahkan LHKPN, Senin (10/11) pagi. (hat/lif)

0 Comments

Leave a Comment

2 × 4 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password