12 Kecamatan Pesisir Selatan Rawan Banjir dan Longsor

Sumbar – Sebanyak 12 dari 15 kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat merupakan daerah rawan banjir. Selain banjir, daerah tersebut juga rawan dari bahaya longsor.

“Sebanyak 12 kecamatan itu berada di sepanjang aliran sungai besar dan kecil serta di daerah rendah,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Selatan, Doni Gusrizal di Painan, Senin (10/11/2014).

Kecamatan rawan banjir tersebut yakni Koto XI Tarusan, Bayang, IV Jurai, Batangkapas, Sutera, Lengayang, Ranah Pesisir, Linggo Sari Baganti, Ranah Ampek Hulu Tapan, Basa Ampek Balai Tapan, Silaut dan Lunang.

Tidak saja itu, tanah longsor juga berpotensi terjadi di kabupaten itu pada musim hujan. Setiap musim hujan bencana tersebut kerap terjadi di lima kecamatan seperti Bayang Utara, Batangkapas, Koto XI Tarusan, Sutera dan Lengayang.

Ia mengatakan, dari 15 kecamatan yang ada di kabupaten itu, semuanya rawan terjadi berbagai bentuk bencana seperti tanah longsor, gempa bumi, banjir, dan sebagainya.

Mengantisipasi risiko bencana yang bakal timbul pada musim hujan ini pemkab setempat menyiagakan sejumlah petugas dan peralatan penanganan bencana. Pemkab juga terus meningkatkan koordinasi dengan unsur terkait lainnya sehingga jika terjadi bencana langsung dapat ditangani.

Untuk itu, ia mengimbau kepada warga yang berada di daerah itu khususnya rawan bencana agar dapat meningkatkan kewaspadaan dan berlindung ke daerah yang aman jika terjadi curan hujan tinggi dan mengkhawatirkan menyebabkan bencana tersebut.

“Masyarakat agar selalu waspada, jika curan hujan tinggi dan mengkhawatirkan terjadi bencana lebih baik segera meninggalkan tempat tersebut untuk sementara demi keselamatan jiwa dan harta, ” katanya.

Menurutnya, tingginya intensitas hujan sejak beberapa pekan terakhir sangat berpeluang terjadinya bencana alam seperti longsor dan banjir. Untuk itu kewaspadaan perlu terus ditingkatkan sehingga tidak berisiko bagi masyarakat dan harta benda.

Sejak beberapa pekan terakhir anomali cuaca di kabupaten itu juga tidak menentu akibatnya juga dapat menyebabkan bencana bagi nelayan sebab angin kencang dan gelombang besar kerap terjadi pada musim ini. (ant/bim)

0 Comments

Leave a Comment

one × 4 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password