Ratusan Masyarakat Sungai Tanang, Urung Bermalam di DPRD

Pasaman Barat – Ratusan masyarakat Sungai Tanang Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, tidak jadi bermalam di DPRD setempat. Padahal sebelumnya mereka sudah mempersiapkan segala kebutuhan untuk bermalam sekaligus menduduki kantor wakil rakyat itu.

“Kita sudah bawa tenda, dan peralatan untuk memasak serta pakaian. Dari rumah kita berencana bermalam di DPRD dengan mendirikan tenda” kata Ninik Mamak Sungai Tanang Kecamatan Sungai Aur, Basrah Lubis kepada covesia.com. Senin, (10/11/2014)

Ratusan masyarakat atas nama Aliansi Masyarakat Bersatu (AMB) itu benar-benar siap lahir bathin memperjuangkan hak mereka. Massa tetap bersikeras agar perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Anam Koto agar mengembalikan lahan mereka seluas 300 hektare.

Menurut Basrah, pihak perusahaan telah semena-mena kepada cucu kemenakannya yang berjumlah 1.328 jiwa.

Mereka bukan hanya meminta lahan itu dikembalikan, tapi juga meminta ganti rugi atas kerusakan tanaman masyarakat seluas 25 hektare yang telah dirusak.

“Kita akan tetap perjuangkan hak cucu kemenakan kami sampai kapanpun. Dan Pemerintah Daerah juga kita minta untuk segera menuntaskan sengketa lahan masyarakat Sungai Tanang yang telah diserobot oleh PT. Anam Koto ini” tegas Basrah Lubis.

Dijelaskannya, karena DPRD sudah menjadwalkan pada 20 November 2014 mendatang untuk membahas semua tuntutan mereka, yang membuat masyarakat tidak jadi menduduki gedung DPRD ini.

Namun kalau tidak ada kejelasan yang pasti terkait dengan tuntutan mereka, maka massa akan bermalam dan menduduki DPRD setempat,pungkasnya. (Man/jmb)

0 Comments

Leave a Comment

four + eight =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password