Rebut Paksa Jenazah Positif Covid-19 Kembali Terulang di Limapuluh Kota

Rebut Paksa Jenazah Positif Covid19 Kembali Terulang di Limapuluh Kota Ilustrasi (Istimewa)

Covesia.com - Insiden perebutan paksa terhadap jenazah positif Covid-19 kembali terjadi di Limapuluh Kota. Kejadian ini terjadi setelah keluarga pasien menolak penyelenggaraan jenazah dilakukan sesuai Protap Covid-19 oleh petugas RSUD Achmad Darwis Suliki, Limapuluh Kota, Kamis (15/10/2020) malam.

Informasi yang dihimpun Covesia.com, pasien ini laki-laki berusia 62 tahun. Meninggal dunia Kamis sekitar pukul 19.00 WIB. Namun keluarga meminta agar almarhum diselenggarakan seperti jenazah biasa. 

Pihak Rumah Sakit Menolak permintaan keluarga. Karena pihak keluarga tetap berkeras akan menyelenggarakan jenazah seperti biasa, akhirnya tidak ada titik temu dalam persoalan ini. Keluarga akhirnya nekat membawa jenazah almarhum ke kediamannya di Nagari Sungai Naniang, Kecamatan Bukit Barisan menggunakan mobil pribadi.

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Limapuluh Kota, Fery Chofa menuturkan pengambilan paksa jenazah positif Covid-19 ini memang benar. Hanya saja, dirinya tidak bisa menerangkan lebih banyak karena laporan lengkap masih belum dirangkum oleh Dinas Kesehatan.

"Kalau soal itu memang benar. Hanya saja, sebatas itu yang saya tahu. Untuk informasi valid langsung saja ke Dinas Kesehatan. Sekarang pun Dinkes sedang di rumah duka," sebut Fery Chofa.

Kepala Dinas Kesehatan Limapuluh Kota, Tien Septino yang dikonfirmasi enggan menjawab. Ia meminta untuk informasi ini langsung saja ke Rumah Sakit Achmad Darwis.

"Langsung ke Rumah Sakit Achmad Darwis saja. Jangan ke saya," sebutnya.

Sementara itu  pihak Achmad Darwis, Dr Dina menolak untuk dikonfirmasi dengan alasan yang lebih berwenang persoalan Covid-19 ini adalah Gugus Tugas.

(Agg)

Berita Terkait

Baca Juga