Pada Oktober 2020 Setidaknya 3.400 Orang di Padang Terinfeksi Covid-19

Pada Oktober 2020 Setidaknya 3400 Orang di Padang Terinfeksi Covid19 Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani

Covesia.com - Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani mengatakan sejak 1 Oktober hingga sampai 21 Oktober total warga Kota Padang, Sumbar, yang terinfeksi Covid-19 mencapai 3.400 lebih. Bahkan pertambahan kasus tiap harinya tidak kurang dari 100 kasus. 

"Bahkan pernah Kota Padang mencatat 347 kasus dalam waktu sehari. Ini menghawatirkan kita. Angka tersebut juga diikuti yang meninggal harian. Sementara kesembuhan di Kota Padang adalah 56 persen,"ungkap Feri saat menjadi narasumber di acara kawal Covid-19 tes swab dan protab covid-19 untuk rumah makan dn cafe di Zona Merah, vua zoom, Kamis (22/10/2020). 

Feri juga mengatakan angka positif ini sebenarnya yang aktif cukup banyak. "Sebagian besar isolasi mandiri di rumah yakni 2700 orang 70 orang di BPSDM, di rumah sakit 70 Rasidin, SPH 70, M Djamil 100 orang tak semuanya penduduk padang," terangnya. 

Ketika tidak terkontrol bisa menularkan ke yang lain. Dalam minggu depan bisa dimanfaatkan tempat isolasi yang disediakan oleh pemprov. Jadi yang rumahnya tak mungkin isolasi mandiri bisa isolasi di tempat yang disediakan. 

Lebih lanjut kata Feri cluster rumah makan dan restoran perlu jadi perhatian untuk memberhentikan penyebaran virus. Pelaku usaha restoran dan rumah makan diberi gratis untuk tes swab. 

"Cara melakukan pemeriksaan, ada mekanisme ke dinas pariwisata dan perdagangan. Ada alur yang harus kita ikuti. Jangan antrian swab di puskesmas ataupun labor. Kita inginkan pengusaha memahami jika pegawai restoran sampai hasil swab keluar tidak aktif dulu bekerja. Agar restoran bisa mengatur itu, "ungkap Feri. 

Sebab kata Feri ketika di tes swab namun tetap bekerja ternyata positif artinya dapat menularkan ke yang lain. Salah satu bentuk antisipasinya adalah dengan memeriksakan karyawan dan pelaku usaha restoran. Penting diperhatikan pelaku usaha restoran dan rumah makan selayaknya tak lagi menyediakan cuci tangan di kobokan. 

"Tujuan kita memutus penularan, " imbuhnya. 

(ila)

Berita Terkait

Baca Juga