UMKM Harus Mampu Beradaptasi di Tengah Pandemi Covid-19

UMKM Harus Mampu Beradaptasi di Tengah Pandemi Covid19 Screenshoot Webinar Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Jumat (20/11/2020).

Covesia.com - Kepala Dinas Kominfo Sumbar Jasman Rizal mengungkapkan  program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) merupakan upaya pemerintah dalam menggerakkan kembali roda perekonomian yang mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19.

Sejak Covid-19 merebak Maret lalu, di Sumbar sejumlah sektor terdampak, tak hanya pariwisata tapi juga sektor perekonomian. UMKM harus mampu beradaptasi dengan pandemi Covid-19, sehingga bisa tetap bergerak dan bisa membantu memulihkan ekonomi.

"Banyak stimulus yang digelontorkan pemerintah agar ekonomi bergerak. Semua sektor dibantu pemerintah untuk bergerak lagi. UMKM harus menyesuaikan dengan kondisi saat ini," ungkap Jasman Rizal saat menjadi narasumber dalam Webinar Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Jumat (20/11/2020).

Meski demikian, kata Jasman, saat ini sektor pariwisata di Sumbar sudah mulai bergerak, meski belum seperti yang diharapkan karena ketakutan masyarakat.

"Kuncinya kita harus patuh pada protokol kesehatan yang ketat. Kita lihat Hotel sudah bersemangat, pesawat sudah hilir mudik, wisatawan masuk banyak, kita tetap melakukan pengawalannya dengan patuh protokol kesehatan," tambahnya. 

Seperti gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional, kata Jasman, membuat hotel kembali bergerak. Terlepas dari pro kontra, pemerintah daerah sudah berusaha sebaik-baiknya.

 "Kita tak tau pandemi ini kapan selesainya meskipun pemerintah berusaha untuk menuntaskannya, masyarakat harus turut serta dengan sadar protokol kesehatan," imbuhnya. 

Agar perekonomian baik lagi, ujarnya, tetaplah beraktivitas dan selalu waspada. Pemerintah punb sudah membuat Perda no 6 tahun 2020. "Kita harus konsisten dalam melaksanakn peraturan. Kalau kata dokter Andani kita sedang perang semesta, kita semua terlibat harus berani melakukan pengawasan dan penindakan,"ujarnya.

(ila)

Berita Terkait

Baca Juga