Alasan Pandemi, Produksi Mobil ESEMKA Berhenti

Alasan Pandemi Produksi Mobil ESEMKA Berhenti Mobil Esemka tipe Bima 1.3 di Lapangan Apel Bhinneka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan, Jakarta. Foto: Antara/Aprillio Akbar

Covesia.com -  Mobil karya anak bangsa ESEMKA berhenti berproduksi. PT Solo Manufkatur Kreasi (SMK) atau ESEMKA berhenti produksi sejak pandemi Covid-19. 

Pihak perusahaan berjanji akan kembali berproduksi jika kondisi kembali pulih.

Informasi berhentinya produksi mobil ESEMKA disampaikan seorang influencer otomotif, Fitra Eri, di akun Instagramnya @fitra.eri. Ia menyebut tak bisa menguji coba mobil Esemka karena stoknya habis.

Sementara mobil yang ada di gudang sudah dipesan konsumen.

"Betul, stok yang ada sudah menjadi pesanan orang dan tinggal delivery," kata Sabar Budi, Humas PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) sebagai prinsipal Esemka, mengutip Suara.com, jaringan Covesia.com, Rabu (10/2/2021).

Dia menjelaskan, kegiatan pabrik produksi berada di Desa Demangan, Boyolali, Jawa Tengah. Sama dengan kebanyakan perusahaan, aktivitas di pabrik itu juga terdampak pandemi Covid-19.

Sabar menyebtukan, karyawan hanya bekerja selama tiga jam, dari pukul 09.00 sampai 12.00 WIB. Hal itu mengakibatkan aktivitas produksi mobil Esemka turun 60 persen.

"Produksi kalau bahasa kami kan termasuk maintanance alat juga. Saat ini konsentrasinya produksinya malah nggak ada sih, cuma ngabisin stok saja," ujar Sabar beberapa waktu lalu.

Dia belum dapat memastikan kapan aktivitas produksi mobil Esemka akan kembali.

"Belum tahu. Masih dalam masa Pandemi yang menjadi pertimbangan nya," katanya.

Mobil Esemka yang dijual sampai saat ini adalah jenis pikap Esemka Bima dengan mesin 1.200 cc dan 1.300 cc. Mobil ini sudah terjual 300 unit Esemka sejak diluncurkan.

Sebelumnya, Fitra Eri mengungkapkan dalam akun instagram pribadinya jika stok mobil habis sebab pabrik tidak lagi produksi efek pandemi virus corona (Covid-19).

Fitra mengatakan hal itu disampaikan langsung Presiden Direktur Solo Manufaktur Kreasi (SMK), Eddy Wirajaya.

Berita Terkait

Baca Juga