Kemenko Perekonomian: Ada Perbedaan Catatan Ekspor Migas dan Mineral

Kemenko Perekonomian Ada Perbedaan Catatan Ekspor Migas dan Mineral Ilustrasi (Foto: skkmigas.go.id)

Covesia.com - Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Kewirausahaan Kemenko Perekonomian, Edy Putra Irawady mengungkapkan pihaknya menemukan sejumlah perbedaan pada pencatatan ekspor komoditas migas dan mineral.

Tercatat ekspor light petrolium oil ke Singapura senilai 79,7 juta USD pada tahun 2013 yang tidak sesuai dengan data negara tersebut.

"Menurut mereka, impor dari kita sebesar 487,8 juta USD. Nah, 408,1 juta USD ini ke mana?" kata Edy, Kamis (2/4/2015).

Menurut Edy, perbedaan data "trade statistic" itu perlu dipertanyakan dan pihaknya akan terus mencari dari mana kesalahan tersebut berasal agar bisa meningkatkan efektivitas perdagangan.

Selain pada sektor migas, lanjut dia, perbedaan lain yang ditemukan secara "trade perspective", antara lain pada ekspor batu bara ke India tercatat 3,5 miliar USD. Namun, yang dilaporkan India telah mengimpor dengan total nilai 6,8 miliar USD.

Masih terkait India, kata Edy, yaitu nilai ekspor CPO (crude petrolium oil) yang tercatat di Indonesia sebesar 2,3 miliar USD. Namun, yang dicatat oleh mereka lebih dari dua kali lipat, atau 4,9 miliar USD.

"Ke Thailand pun kita temukan perbedaan. Ekspor minyak mentah ke negara tersebut pada tahun 2013 senilai 840 juta USD, tetapi yang mereka laporkan nilai impor dari kita mencapai 1,5 miliar USD," jelasnya. (ant/peb)

Berita Terkait

Baca Juga