TAKTIS: Polri Harus Hormati Lembaga Hukum Diluar Kepolisian

TAKTIS Polri Harus Hormati Lembaga Hukum Diluar Kepolisian Wakapolri Budi Gunawan (antara)

Covesia.com - Tim Advokasi Anti Kriminalisasi (TAKTIS) yang terdiri dari pengurus YLBHI dan Persatuan Advokat Indonesia (Pradi) meminta Kapolri Badrodin Haitti menginstruksikan bawahanya untuk menghormati lembaga hukum resmi diluar kepolisian.

Menurut salah satu koordinator gerakan tersebut, yang juga Koordinator Bidang Sipil dan Politik YLBHI, Moch. Ainul Yaqin, lembaga kepolisian kerap bersikap arogan dan melecehkan kedaulatan lembaga hukum resmi lain.

"Apa yang telah direkomendasikan Ombusman, Komnas Ham, YLBHI dan Pradi pada Kepolisian tidak mereka hiraukan," kata Ainul dalam Konfresi Pers, menyikapi Surat Pemangilan Penyidikan Ulang Mantan Ketua KPK Bambang Widjojanto di kantor pusat YLBHI, Jakarta Pusat, Rabu (22/04/2015).

Menurut Ainul, baik YLBHI, Komnas Ham dan Pradi telah secara resmi mengajukan surat permohonan gelar perkara sangkaan pindana mantan ketua KPK, Bambang Widjojanto (BW).

Tiga institusi hukum tersebut menilai upayah gelar perkara kasus BW yang mereka ajukan pada kepolisian merupakan hal penting.

"Karena ada kejanggalan hukum yang kita lihat dari proses penetapan BW sebagai tersangka oleh Kabareskrim Mabes Polri. Mulai dari penangkapan BW sampai materi hukum yang disangkaka Polri terhadap mantan ketua KPK" Katanya.

Adapun surat permohonan gelar perkara tersebut menurut Ainul sudah diajukan oleh tiga institusi tersebut pada Kepolisian, 18 Februari lalu.

"Tapi sampai detik ini mereka acuh, tidak ada respon. Kami minta dengan hormat, Polri tidak arogan. Hormati lembaga hukum lain yang notabene juga diakui oleh undang-undang" Tandasnya. (pjr/ary)

Berita Terkait

Baca Juga