JPU KPK Tuntut Hakim PTUN Medan 4,5 Tahun Penjara

JPU KPK Tuntut Hakim PTUN Medan 45 Tahun Penjara Geudng KPK. (Dok.Covesia)

Covesia.com - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi menuntut majalis hakim menjatuhkan hukuman masing-masing penjara 4,5 tahun dan denda Rp200 juta subsidair enam bulan kurungan kepada hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan Dermawan Ginting dan Amir Fauzi karena dinilai terbukti menerima uang 5.000 dolar AS dari Gatot Pujo Nugroho dan Evy Susanti melalui OC Kaligis.

Dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu, jaksa Risma Ansyari menyatakan Dermawan bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 12 huruf c Undang-Undang (UU) No.31/1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Dermawan dan rekannya Amir Fauzi merupakan anggota majelis hakim yang diketuai Tripeni Irianto Putro yang menangani perkara permohonan pengujian kewenangan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dalam penyelidikan dugaan korupsi dana bantuan sosial, bantuan daerah bawahan, bantuan operasional sekolah, tunggakan dana bagi hasil dan penyertaan modal untuk badan usaha milik pada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kristanti Yuni Purwanti juga mengajukan tuntutan hukuman pidana yang sama terhadap Amir Fauzi.

Menurut jaksa, Amir Fauzi terbukti bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 12 huruf c UU No.31/1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

(lif)

Berita Terkait

Baca Juga