Granat: Pilot Harus Tes Narkoba

Granat Pilot Harus Tes Narkoba Ilustrasi penerbangan

Covesiacom - Gerakan Antinarkotika Nasional Sumatera Utara menyarankan kepada setiap maskapai penerbangan di Indonesia untuk melakukan tes narkoba terhadap pilot yang akan menerbangkan pesawat.

"Tes urine perlu dilakukan pada pilot sebelum menerbangkan pesawat, hal ini demi keselamatan para penumpang," kata Ketua DPD Gerakan Nasional Antinarkotika (Granat) Sumatera Utara Hamdani Harahap di Medan, Sabtu.

Pemeriksaan terhadap pilot tersebut, menurut dia, wajar dilakukan petugas khusus di manajemen maskapai penerbangan itu untuk menjaga hal-hal yang tidak dinginkan. "Sebab, kita tidak tahu, dan bisa saja pilot yang akan menerbangan pesawat tersebut mengalami ketergantungan terhadap narkoba. Ini jelas sangat membahayakan," katanya.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten mengamankan tiga kru maskapai penerbangan Lion Air pada Sabtu (19/12) karena terlibat kasus narkoba. Tiga orang yang langsung ditetapkan tersangka tersebut adalah SH (pilot, 34), MT (pramugara, 23), dan SR (pramugari, 20). Berdasarkan hasil tes urin, SH positif menggunakan ganja, sedangkan MT dan SR positif menggunakan amphetamine dan sabu-sabu.

Oleh karena itu, manajemen maskapai penerbangan disarankan harus memberlakukan tes narkoba secara ketat terhadap pilot yang akan dipercaya membawa pesawat tersebut.

Hal yang sama juga harus diberlakukan terhadap pramugari yang bekerja di maskapai penerbangan tersebut. "Pilot dan pramugari sebelum terbang harus benar-benar bebas dari pengaruh narkoba," kata praktisi hukum di Sumatera Utara itu.

(ant/zik)

Berita Terkait

Baca Juga