PT. KAI Sebut Kecelakaan di Lintasan KA Kelalaian Pengendara

PT KAI Sebut Kecelakaan di Lintasan KA Kelalaian Pengendara Warga menyaksikan satu unit mobil Honda Odyssey nomor polisi BA 1158 BT ringsek setelah tertabrak kereta api yang melewati lintasan tanpa palang pintu di kawasan Banda Bakali, Alai Parak Kopi, Kota Padang, Sumatera barat, Selasa (19/4). (covesia foto/ pri

Covesia.com - Satu unit mobil Honda Odyssey nomor polisi BA 1158 BT ringsek setelah dihantam kereta api yang melewati lintasan tanpa palang pintu di kawasan Banda Bakali, Alai Parak Kopi, Kota Padang, Sumatera barat, Selasa (19/4)

Menurut pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre II Sumatera Barat, peristiwa kecelakaan tersebut merupakan kelalaian pengendara yang melintas perlintasan liar.

Selain itu, jalur tersebut tidak dibenarkan menjadi rute kendaraan berdasarkan Undang Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkereta Apian.

Humas PT KAI Divre II Sumbar Zainir saat dihubungi melalui ponselnya, Selasa (19/4), mengatakan, lokasi kejadian merupakan perlintasan liar sehingga sesuai peraturan, tidak dibenarkan kendaraan melewatinya terutama saat kereta api lewat.

"Apalagi masinis sudah berkali-kali membunyikan klakson sinyal, agar masyarakat tahu jika kereta mau lewat", katanya.

Bahkan menurutnya, pihak PT. KAI sudah memasang rambu-rambu peringatan di seluruh perlintasan liar yang ada.

Terkait peristiwa tersebut, PT. KAI mengimbau masyarakat sekitar perlintasan liar untuk berhati-hati.

Sesuai dengan Undang-undang Perkeretaapian, perlintasan yang tidak memiliki palang pintu merupakan perlintasan liar dan harus ditutup oleh pemerintah daerah seperti yang tercantum dalam Pasal 94 UU 23 tahun 2007 tentang perkeretaapian, jelas Zainir

Pasal 94 tersebut berbunyi, untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak memiliki izin harus ditutup (ayat 1), Dan penutupan sebidang yang dimaksud dalam ayat 1 dilakukan oleh pemerintah atau pemerintah daerah (ayat 2).

don/rd

Berita Terkait

Baca Juga