Diduga Lakukan Kekerasan, Wartawan Padang TV Laporkan Pejabat Rutan Pesel ke Polisi

Diduga Lakukan Kekerasan Wartawan Padang TV Laporkan Pejabat Rutan Pesel ke Polisi Wartawan Padang TV, Robby Oktora Romanza melaporkan Kepala Pengamana Rutan (KPR) Kelas II B Painan, Idris kepada Kepolisian Resort (Polres) Pesisir Selatan (Foto: Covesia)

Covesia.com - Wartawan Padang TV, Robby Oktora Romanza melaporkan Kepala Pengamana Rutan (KPR) Kelas II B Painan, Idris kepada Kepolisian Resort (Polres) Pesisir Selatan atas dugaan tindak kekerasan dan perbuatan tidak menyenangkan kepada wartawan sewaktu melaksanakan tugas, Selasa (19/4/2016).

Menurut Robby, saat kejadian bersama rekannya, Okis Mardiansyah, wartawan Koran Padang, keduanya bermaksud akan meminta konfirmasi kepala rutan terkait adanya informasi tahanan yang kabur beberapa waktu lalu.

"Kalapas saat itu nggak ada di tempat, maka petugas rutan mengarahkan kami ke KPR. Nah ketika ditanyai soal tahanan kabur, maka spontan Idris naik pitam. dia berdalih bahwa kasus ini sudah lama (sudah satu minggu). Saat itu, saya langsung mengeluarkan kamera (handycame) untuk mengambil gambar, spontan Idris selaku KPR memanggil petugas rutan lainnya untuk mengusir kami dan memaksa keluar dari ruangannya. Disanalah terjadi aksi dorong-dorongan dengan petugas rutan lainnya," ungkap Robby kepada wartawan.

Usai mendapat perlakukan tidak menyenangkan ini, lanjut Robby, mereka langsung mendatangi Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolres Pesisir Selatan dan langsung melakukan visum di Rumah Sakit M. Zein Painan.

Sebelumnya diketahui, saat melakukan peliputan berita, wartawan dilindungi Undang-Undang Pokok Pers No 40/1999 dan SK Dewan Pers No 03-05/P-DP/XI/2009 yang menjelaskan siapa yang sengaja melawan hukum atau menghalangi tugas wartawan sewaktu meliput, maka akan dipidana penjara paling lama dua (2) tahun, dan denda paling banyak Rp500 juta.

(utr)

Berita Terkait

Baca Juga