KWAK Tuntut Oknum Petugas Lapas Dipidanakan

KWAK Tuntut Oknum Petugas Lapas Dipidanakan Puluhan Wartawan Sedang Berorasi di Depan Kantor Kementrian Hukum dan Ham Sumbar, Rabu (20/4/2016).Photo-Primadoni/Covesia

Covesia.com - Puluhan wartawan yang tergabung dalam Koalisi Wartawan Anti Kekerasan (KWAK) Sumbar, mendatangi kantor Kementrian Hukum dan Ham Sumbar, Rabu (20/4) mereka menuntut penindakan salah satu oknum petugas lapas kelas IIB Painan. Aksi ini dipicu buntut dari tindakan anarkis dan kekerasan yang dilakukan oknum petugas lapas tersebut terhadap dua orang awak media lokal saat menjalankan tugas jurnalistiknya di lapas tersebut.

Sempat terjadi ketegangan dalam aksi ini, saat personil dari kantor Kemenkumham mencoba menghalangi wartawan yang ingin bertemu langsung dengan kepala kantor wilayah Kemenkumham Sumbar. namun aksi tidak berujung bentrok, karena akhirnya kepala kantor bersedia untuk menemui masa wartawan yang sudah memaksa masuk ke bagian lobi kantor itu.

Baca juga: Diduga Lakukan Kekerasan, Wartawan Padang TV Laporkan Pejabat Rutan Pesel ke Polisi

Koordinator Lapangan, Novrianto Ucok, mengatakan, pihak kemenkumham harus menentukan sikap terhadap kepala pengamanan lapas tersebut, dan proses hukum harus dilakukan, ujarnya

"Hal seperti ini sangat tidak bisa dibiarkan. Sekecil apapun tindak kekerasan dan intimidasi yang dilakukan terhadap jurnalis, harus diproses," tegas Ucok

Dalam menjalankan tugas dan kewajiban jurnalistiknya, jurnalis dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berdasarkan undang-undang tersebut, pihak yang menghambat atau menghalangi pelaksanaan tugas jurnalis bisa dipidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta, pungkas Ucok

Seperti sebelumnya, dua wartawan bernama Robby Oktora Romanza (Padang TV) dan Okis Mardiansyah (Koran Padang) diperlakukan tidak terpuji ketika meliput di Lapas Klas IIB Painan, Selasa 19 April 2016. Kedua wartawan ini diusir secara paksa.

Bahkan Robby mengalami luka gores pada bagian tangan kanan ketika menyelamatkan kameranya dari upaya perampasan yang dilakukan petugas lapas itu. (don)

Berita Terkait

Baca Juga