AJI Desak Polisi Tindak Pelaku Kekerasan Terhadap Wartawan

AJI Desak Polisi Tindak Pelaku Kekerasan Terhadap Wartawan Wartawan Padang TV, Robby Oktora Romanza melaporkan Kepala Pengamana Rutan (KPR) Kelas II B Painan, Idris kepada Kepolisian Resort (Polres) Pesisir Selatan (Foto: Covesia)

Covesiacom - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang, Sumatera Barat mendorong pihak kepolisian menindak lanjuti laporan Roby Oktora Romanza, wartawan televisi yang dikabarkan mendapatkan tindak kekerasan saat liputan di Rutan Kelas 2 B Painan.

"AJI Padang juga mendorong kepolisian menggunakan UU Pers dalam kasus ini, dimana dalam ketentuan pidana pasal 18 ayat 1 UU Pers dinyatakan, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3)," kata Ketua Aji Padang Yuafriza dalam keterangan tertulisnya, Rabu.

Menurut dia, pelaku pelanggaran tersebut sesuai UU, dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000.

AJI Padang juga mengingatkan agar masyarakat untuk menghormati profesi wartawan dan mendukung kemerdekaan pers.

Kemerdekaan pers seperti dijelaskan dalam UU menyatakan bahwa pers bebas dari tindakan pencegahan, pelarangan, dan atau penekanan agar hak masyarakat untuk memperoleh informasi terjamin.

Kronologis Kejadian

Terkait tindakan yang terjadi di Painan, sebegaimana diketahui sebelumnya, menurut AJI bahwa Roby Oktora Romanza dan rekannya Okis Mardiansyah dari Koran Padang, melakukan konfirmasi terkait informasi di Rutan 2 B Painan, pada Selasa, (19/4) pagi.

Roby dan Okis diarahkan untuk bertemu Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Kelas 2 B Painan di ruang kerjanya menyusul Kepala Rutan tidak ada di kantor.

"Saat bertemu KPR, Roby dan Okis memperkenalkan diri dengan menyebutkan identitas dan asal media. Setelah itu, Roby menyampaikan maksud kedatangannya untuk mendapatkan konfirmasi," ujarnya.

Menurut Roby, usai menyampaikan maksud kedatangannya, KPR marah-marah sembari mengucapkan kata-kata yang tidak sewajarnya, sambil menyinggung kasus yang ditanyakan.

Roby saat itu mengeluarkan kamera dan hendak merekam ucapan KPR tersebut. Melihat kamera Roby, KPR semakin marah dan memanggil penjaga Rutan untuk mengusir Roby dan Okis keluar.

Dia sempat menepis kamera Roby yang sedang merekam dan hendak mengambilnya, namun Roby berhasil menghindar dan mempertahankan kameranya.

"Tiga penjaga Rutan tersebut mendorong Roby keluar. Saat di luar, Roby melihat tangannya terdapat sejumlah goresan."

Kecam Penantang UU Pers

Tindakan pengusiran dan aksi dorong tersebut dinilai AJI sebagai tindakan yang menghalang-halangi kebebasan dan kemerdekaan pers.

Padahal, dalam pasal 4 ayat 3 UU Pers disebutkan bahwa "Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi".

Dengan demikian, AJI Padang pun mengecam perbuatan tersebut. AJI Padang menilai "tindakan tersebut sebagai bentuk sikap tidak menghormati kemerdekaan pers dan melecehkan profesi wartawan."

(*/zik)

Berita Terkait

Baca Juga