BNPB Himbau Masyarakat Indonesia Meningkatkan Kesiagaan Dalam Menghadapi Bencana

BNPB Himbau Masyarakat Indonesia Meningkatkan Kesiagaan Dalam Menghadapi Bencana Ilustrasi (yd Covesia.com)

Covesia.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir serta longsor.

"Tingkatkan kesiapsiagaan khususnya di daerah yang memiliki potensi hujan lebat," kata Kepala Pusdatin dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Senin (20/06).

Untuk meningkatkan kesiapsiagaan tersebut, BNPB juga telah meminta seluruh badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) di wilayah yang memiliki potensi hujan lebat agar tetap meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir, longsor dan puting beliung.

"BPBD agar selalu siap siaga dan mengacu pada peta rawan bencana yang telah dibagikan," katanya.

Dia juga menegaskan, seluruh masyarakat harus selalu diberikan informasi terbaru mengenai ancaman bencana.

"Sosialisasi harus terus ditingkatkan kepada seluruh masyarakat, agar mereka dapat siap siaga," katanya.

BPBD, tambah dia, juga diminta untuk mengkoordinir potensi daerah agar siap menghadapi segala kemungkinan terburuk.

"Contohnya logistik dan peralatan yang ada di gudang BPBD agar digunakan untuk penanganan darurat," katanya.

Selain itu, kata dia, tim reaksi cepat BNPB juga disiapkan untuk dapat diterjunkan ke lokasi bencana dalam kurun waktu kurang dari 24 jam untuk mendampingi BPBD dalam penanganan darurat.

Sementara itu, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat selama tanggal 17 - 20 Juni 2016.

Potensi hujan lebat diprediksi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku dan Papua.

Selain itu juga potensi hujan lebat dan gelombang tinggi berpeluang terjadi di perairan selatan Sumatera, Jawa hingga Bali dan Nusa Tenggara Timur.

(ant/adi)

Berita Terkait

Baca Juga