Refly Harun: Meski Cabut Dukungan, Kursi PDIP Akan Tetap Dihitung untuk Marianus di Pilgub NTT

Refly Harun Meski Cabut Dukungan Kursi PDIP Akan Tetap Dihitung untuk Marianus di Pilgub NTT Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun (Foto: Instagram Refly Harun)

Covesia.com - Sekretaris Jendral (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa partainya sudah mencabut dukungan kepada Marianus Sae (MS) untuk maju dalam Pilkada Serentak Juni 2018 sebagai calon gubernur NTT 2018.

Menanggapi hal itu, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menilai pencabutan dukungan yang dilakukan PDIP terhadap Marianus hanya bentuk pernyataan moral PDIP yang tidak mendukung tindak pidana korupsi. 

Pasalnya, lanjut Refly secara hukum PDIP maupun partai lainnya tidak bisa mencabut dukunganya begitu saja terhadap pasangan calon Pilkada yang telah ditetapkan sesuai yang dijelaskan dalam Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017 Pasal 82.

"Pencabutan yang disebutkan PDIP itu tidak dihitung karena tidak bisa dicabutkan (dukungannya) jadi nanti tetap kursi PDIP akan dihitung untuk Marianus," ungkapnya saat dikonfirmasi Covesia.com, Selasa (13/2/2018).

Adapun bunyi Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017, yaitu Pasal 82 huruf a disebutkan bahwa parpol hanya dapat mengajukan calon pengganti paling lama 7 hari sejak calaon atau pasangan calon dinyatakan berhalangan tetap, atau sejak pembacaan putusan pengadilan yang telah berkekuatan tetap.

Kemudian Pasal 82 hurub b, disebutkan bahwa parpol atau gabungan parpol dilarang menarik dukungan kepada calon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 huruf a.

Selain itu iya menegaskan Marianus tetap bisa aju ke Pilgub NTT meskipun berstatus tersangka korupsi, karena selama belum ada keputusan yang inkrah di pengadilan.

"Kan baru tersangka, jadi terdakwa saja belum apalagi keputusan pengadian (juga belum), jadi secara hukum tak masalah," ungkap Dosen UGM itu

(utr)

Berita Terkait

Baca Juga