Diprediksi Sebanyak 89.838 Kendaraan Keluar Jakarta pada H-2 Lebaran

Diprediksi Sebanyak 89838 Kendaraan Keluar Jakarta pada H2 Lebaran Ratusan kendaraan pemudik mengantri memasuki kapal di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten. Antara Foto/ Akbar Nugroho Gumay

Covesia.com - PT Jasa Marga (Persero) memprediksi sebanyak 89.838 kendaraan meninggalkan Jakarta pada H-2 Lebaran pada Rabu ini, melalui Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Dari keterangan resmi Jasa Marga yang diterima di Jakarta, Rabu, prediksi jumlah kendaraan tersebut naik 33,86 persen dari volume lalu lintas normal, yakni 67.112 kendaraan.

Hingga saat ini masih terpantau kepadatan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada titik-titik tertentu seperti keluar masuk "rest area"dan penyempitan lajur (bottle neck).

Jasa Marga dengan diskresi Kepolisian hingga saat ini masih memberlakukan rekayasa lalu lintas "contraflow" dari Km 35+600 hingga Km 61+500. 

Selain itu, Jasa Marga bekerja sama dengan Kepolisian juga masih melakukan buka tutup pengalihan arus lalu lintas ke GT Cikarang Barat 3 untuk masuk kembali melalui GT Cikarang Barat 1.

Ada pun sejak H-8 (7/6) hingga H-3 Lebaran tepatnya Selasa (12/6), Jasa Marga mencatat sebanyak 563.083 kendaraan telah keluar dari Jakarta melalui Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Jumlah tersebut meningkat 39,8 persen dari volume lalin normal yaitu 402.672 kendaraan.

Jasa Marga juga mencatat distribusi lalu lintas dari GT Cikarang Utama ke Jalur Utara (via GT Palimanan dan GT Cikampek) adalah sebesar 60 persen. Sementara itu, kendaraan yang menuju Jalur Selatan (via GT Sadang dan GT Cileunyi) adalah sebesar 40 persen.

Khusus pada Selasa atau H-3 Lebaran, Jasa Marga mencatat 104.690 kendaraan meninggalkan Jakarta melalui GT Cikarang Utama. Angka tersebut naik 55,99 persen dari volume lalin normal, yakni 67.112 kendaraan.

Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol yang hendak melakukan mudik untuk memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol. Layanan "top up" tunai di gerbang tol hanya dilakukan dalam kondisi darurat.

(ant/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga