Fenomena 'Blood Moon', Durasi Gerhana Bulan Terlama Abad ini

Fenomena Blood Moon Durasi Gerhana Bulan Terlama Abad ini Ilustrasi

Covesia.com - Fenomena alam yang disebut dengan "blood moon" kali ini sangat istimewa. Pasalnya, ini akan menjadi gerhana bulan total terlama pada abad ini. Terlama "Durasi gerhana secara keseluruhan adalah 6 jam 14 menit," kata Marufin Sudibyo, seorang astronom.

Gerhana ini menjadi yang terlama karena posisi bulan. Pada 28 Juli 2018 mendatang, bulan akan berada di titik apogee atau titik terjauh dari Bumi. 

"(Hal ini membuat) gerak relatif Bulan terhadap Bumi adalah yang terpelan dibandingkan purnama-purnama sebelumnya," jelas Marufin.

Selain punya durasi yang lama, gerhana kali ini menjadi istimewa karena sapuan warna biru di paras bulan. Cuaca Cerah Marufin juga menjelaskan keistimewaan gerhana bulan nanti adalah karena faktor cuaca. 

"Gerhana ini terjadi pada musim kemarau," ujarnya. "Sehingga langit relatif akan lebih bersih," tambahnya.

Ini berarti blood moon akan lebih mudah diamati tanpa takut hujan seperti fenomena gerhana sebelumnya. 

Didampingi Mars, menambah keistimewaannya. Pada gerhana kali ini bulan akan berdampingan dengan planet Mars di langit Indonesia.

Di Indonesia, GBT sudah bisa dilihat pada pukul 00.15 WIB. Namun, GBT baru bisa dilihat dengan kasat mata pada pukul 01.24 WIB.

Puncak dari GBT akan terjadi pada pukul 03.22 WIB dengan durasi cukup lama yaitu 1 jam 43 menit. Akhir dari GBT akan bisa terlihat pada pukul 05.19 WIB hingga 03.28 WIB.

Fenomena langka ini bisa disaksikan hampir seluruh wilayah di Indonesia.

Tapi untuk wilayah Indonesia bagian Timur, seperti di Papua hanya bisa menikmati pada awal dan puncak gerhana.

Serupa dengan yang akan terjadi di Papua, di wilayah Indonesia bagian tengah seperti di Nusatenggara, sebagian pulau Kalimantan, dan Sulawesi juga tidak akan bisa menikmati akhir dari GBT nanti.

Bahkan di wilayah Jawa dan sebagian wilayah Sumatra juga akan kehilangan momen akhir GBT tersebut.

(sea/lif)

Berita Terkait

Baca Juga