Serba-serbi Proklamasi, Komitmen Masyarakat Sumatera Terhadap Kemerdekaan RI.

Serbaserbi Proklamasi Komitmen Masyarakat Sumatera Terhadap Kemerdekaan RI Prasasti teks komitmen masyarakat Sumatera terhadap kemerdekaan RI (Foto: Fadil/Covesia)

Covesia.com - Sumatera Barat merupakan daerah yang banyak memiliki peninggalan sejarah perjuangan, mulai dari benteng bekas peninggalan Belanda hingga bangunan tua yang sampai saat ini masih ditemui di daerah Sumatera Barat.

Dari sekian banyak peninggalan sejarah,  pernyataan sikap orang Sumatera yang dibacakan Mohd Sjafe’i setelah pembacaan teks Proklamasi tangal 29 Agustus 1945 perlu diingat kembali oleh generasi muda, bagaimana komitmen masyarakat tempo dulu terhadap Indonesia.

Guru Besar Sejarah Universitas Andalas Gusti Asnan mengungkapkan, bahwa teks tambahan yang dibacakan oleh Mohd Sjafe’i merupakan komitmen bersama masyarakat Sumatera untuk Indonesia

"Kita mesti lihat peristiwa tersebut sebagai re-Proklamasi kemerdekaan RI. Maksudnya, sebuah pernyataan ulang dan itu bisa ditafsirkan sebagai bentuk dukungan seutuhnya dari warga se Sumatera terhadap Proklamasi," ujarnya saat dihubungi covesia.com, Jumat, (17/8/3018).

"Sedangkan dukungan atas kemerdekaan di tingkat lokal sudah  diberikan segera setelah berita pembacaan Proklamasi oleh Presiden Sukarno di Jakarta diketahui oleh pegawai Post Telegraaf en Telefoon (PTT) di Bukittinggi.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa penambahan teks dilakukan karena Mohd Sjafe’i saat itu menjabat sebagai ketua Chu Sangi Kai tingkat Sumatera.

"Selain dari bukti pengakuan masyarakat Sumatera, penambahan teks tersebut juga bisa dilihat dari adanya 'konflik' diantara tokoh tokoh di Sumatra, terkait dengan konflik yang terjadi ketika itu menarik untuk diteliti lebih lanjut," ujarnya

Saat ini, prasasti teks tambahan komitmen masyarakat Sumatera terhadap kemerdekaan RI bisa dilihat di gedung Joang 45 di depan jalan samudera Kota Padang.

(dil)

Berita Terkait

Baca Juga