KPAI Temukan Sel Tahanan di Dalam SMK Batam

KPAI Temukan Sel Tahanan di Dalam SMK Batam ilustrasi (foto: Pixabay)

Covesia.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melalui Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Batam menemukan fakta mengejutkan terkait adanya sebuah SMK swasta di Batam yang memiliki sel tahanan bagi siswa mereka.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Liatyarti mengaku terkejut dengan adanya laporan tersebut. Retno mengatakan, bahwa berdirinya sel tahanan tersebut untuk mendisiplinkan pelajar yang melanggar aturan di sekolah tersebut. Murid yang dianggap nakal dan suka melanggar aturan sekolah akan dijebloskan ke dalam penjara tersebut.

"Menurut informasi yang diterima KPAI, lama penahanan tergantung tingkat kesalahan, bahkan ada siswa yang mengalami penahanan lebih dari satu hari," kata Retno.

Dengan alasan agar jera, para siswa tersebut diperlakukan tidak manusiawi dan dengan cara dipermalukan lewat media sosial.

Dikutip covesia.com dari berbagai sumber, adanya sel tahanan di SMK swasta itu, bermula dari kasus dugaan kekerasan, perundungan dan penahanan yang menimpa RS (17), siswa SMK tersebut. Siswa itu dihukum karena diduga telah melakukan pencurian uang.

Namun oknum dari pihak sekolah (ED) tak menyelesaikan ke pihak berwajib tetapi malah menahan RS di sel selama 2 malam, serta memberikan hukuman fisik. Oknum ED disebut Retno, merupakan anggota Polri yang juga pemilik modal sekaligus pembina sekolah kejuruan itu.

Komisioner KPAI Putu Elvina mengungkapkan, pihaknya telah mengirim surat ke Polresta Barelang. Nantinya, surat itu juga akan ditembuskan ke Polda Kepri, Propam, serta Dinas Pendidikan setempat terkait kejadian yang diduga melibatkan seorang oknum anggota Polri aktif itu.

Putu menerangkan, KPAI terus mengadvokasi agar kasus-kasus serupa tidak terulang kembali. Mengingat tidak hanya satu orang siswa saja tetapi ada siswa lain juga menjadi korban pendisiplinan sistem semi militer sekolah tersebut.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga