KPK: Korupsi Politik Peruntuh Tiang Negara

KPK Korupsi Politik Peruntuh Tiang Negara Foto: Antara

Covesia.com - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengutarakan, korupsi dan intoleransi adalah dua hal yang akan meruntuhkan tiang negara. Menurutnya, korupsi politik adalah hal yang paling berbahaya saat ini. 

"Korupsi politik merupakan korupsi yang dilakukan menggunakan jabatan. Bisa dilakukan oleh partai politik ataupun pemimpin partai politik ataupun seseorang yang memiliki jabatan berpengaruh," sebutnya dalam diskusi publik di Universitas Negeri Padang, Selasa (25/09/18).

Febri mengatakan, perbedaan antara korupsi politik dengan korupsi birokrasi yakni; korupsi politik menargetkan perubahan kebijakan dan bertujuan merperkuat individu atau kelompok untuk memperkuat jabatannya ataupun kelompoknya. 

"Sedangkan korupsi birokrasi mencuri implementasi negara dan sumber dayanya,” ungkap Febri.

Lebih lanjut, katanya, kasus korupsi yang ditangani KPK saat ini yakninya 68 orang berkasus di DPR RI, 146 orang di DPRD yang tersebar di 13 provinsi. 

"Masih banyak lagi kasus yang sedang diungkap oleh KPK," jelas Febri.

Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Donal Fariz menyampaikan, hal lain yang menghancurkan tiang negara yakni konglomerasi partai politik yang mengukur seseorang yang akan menjabatnya bukan dari kapasitas dan kapabilitas tapi dari "isi tas."

"Yang kedua, disorientasi politik," tambah Fariz.

Menurutnya, baik buruknya sebuah pemerintahan tergantung pada tiga integritas. 

"Pertama, integritas penyelenggara (KPU dan Banwaslu), kedua, integritas peserta (Partai politik, perseorangan), dan ketiga,  integritas pemilih,” jelasnya.

(mg/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga