BNN Musnahkan 57,4 Kilogram Sabu dan 66.490 Butir Ekstasi

BNN Musnahkan 574 Kilogram Sabu dan 66490 Butir Ekstasi Dokumentasi- Saat BNN gelar barang bukti narkoba dari empat kasus berbeda di Aceh, Sumut, Banten dan Kalimantan Utara. (dok.bnn)

Covesia.com- Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan 57,4 kilogram Sabu dan 66.490 butir ekstasi yang merupakan barang bukti narkoba dari 9 kasus berbeda yang berhasil diungkap.

Dalam keterangan tertulis yang diterima dari Kabag Humas BNN, Kombes Pol Sulistriandriatmoko, Kamis (8/11/2018), seluruh barang bukti yang dimusnahkan tersebut berasal dari 9 kasus berbeda antara lain, kasus sabu di depan lapas Deli Serdang.

Setelah dilakukan penyelidikan, BNN akhirnya mengamankan MS dan BA pada tanggal 16 September 2018 di depan Lapas kelas IIB  Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara. Barang bukti yang disita dari keduanya adalah shabu seberat 44,13 gram.

Kasus kedua adalah dengan barang bukti sabu seberat 4 kilogram di Deli Serdang. BNN mengamankan seorang laki-laki berinisial EBS di darah Tanjung Morawa, Deli Serdang, pada 16 September 2018 dengan barang bukti  sabu 4 kg. Selanjutnya petugas melakukan pengembangan dan mengamankan E dan DH (napi di lapas Lubuk Pakam). Selain itu, petugas juga mengamankan anggota jaringan sindikat lainnya yaitu ED di Jakarta.

Selanjutnya kasus sabu 2,3 kg di Medan Pada 17 September 2018. Petugas BNN mengamankan H di Kafe Ganteng, Jalan Kasuari 88, Medan Sumatera Utara dengan barang bukti shabu seberat 2,3 kg. Pengembangan dilakukan dengan mengamankan tersangka lainnya yaitu MR, di hotel Sakura, Medan dengan barang bukti shabu seberat 4 gram dan 1 buah bong sisa pakai.

Kasus keempat dengan BB sabu 30,9 kg di Tanjung Balai. Kasus ini berawal dari informasi tentang adanya transaksi narkoba di daerah Tanjung Balai, Sumatera Utara. BNN melakukan penyelidikan yang intensif dan pada tanggal 20 September 2018, BNN menggerebek di sebuah rumah di kawasan Datok Bandar, Tanjung Balai, yang diduga sebagai gudang penyimpanan narkoba.

Di rumah tersebut, petugas berhasil menyita shabu seberat 30,9 Kg dan ekstasi sebanyak 2.948 butir. Pelaku berinisial HN tidak berhasil ditangkap dan dinyatakan DPO.

Kasus kelima yakni dengan barang bukti sabu 5,1 kilogram di Medan. BNN mengamankan seorang pria berinisial JS di daerah jalan Gunung Krakatau, Medan, pada 19 September 2018. Dari tersangka JS, petugas menyita sabu seberat 5,1 kg. Selanjutnya, petugas mengamankan tersangka lainnya yaitu JEF dan MR.

Kasus keenam petugas menyita 10,1 kg sabu di Pekanbaru. BNN menangkap dua orang anggota jaringan sindikat narkoba berinisial M dan RAA di SPBU jalan Yos Sudarso, Pekanbaru pada 25 September 2018. Petugas menyita sabu seberat 10,1 kg dari tersangka. Kedua tersangka ini dikendalikan oleh tersangka AS yang selanjutnya ditangkap dua hari kemudian di Madura.

Selanjutnya adalah kasus 3,1 kilogram sabu di Warung Makan. Pada Rabu 26 September 2018, BNN menangkap 3 orang tersangka yaitu MYR, RS, dan HF di warung makan SPBU daerah TMII Jakarta dengan barang bukti shabu seberat 3,1 Kg. Sabu tersebut sebelumnya dibawa oleh Z, NMS. Sementara itu, petugas juga mengamankan A selaku pengendali jaringan.

Kasus berikutnya adalah dengan BB ekstasi yang melibatkan Oknum TNI. BNN mendapatkan informasi tentang adanya peredaran narkoba di sekitar Merak, Banten. Petugas akhirnya menangkap RM dan E saat baru turun dari Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) tepat di depan pool bus, di daerah Cilegon, Banten pada 29 September 2018.

Kedua tersangka ini kedapatan membawa ekstasi sebanyak 63.573 butir. Kedua tersangka merupakan oknum TNI yang telah diserahkan ke POM AD untuk diproses lebih lanjut. Selanjutnya dilakukan controlled delivery ke hotel Dinasty di daerah Cilegon, dan berhasil menangkap  tersangka  berinisial AD.

Kasus terakhir atau kesembilan adalah di Tarakan. Berawal dari informasi tentang adanya peredaran narkoba dari Tawau Malaysia melalui perairan Pulau Bunyu Kaltara menuju Tarakan, BNN akhirnya berhasil mengamankan OK dan WAK di daerah Karang Anyar, Tarakan Barat setelah menerima paket sabu seberat 520 gram.

Petugas melakukan pengembangan dan menangkap S, R dan MS di Pantai Amal Tarakan. Petugas juga mengamankan seorang tersangka berinisial I dengan barang bukti shabu seberat 1.030 gram di Hotel Atia, Tarakan.

Jaringan ini dikendalikan oleh F yang berada di Lapas Tarakan yang selanjutnya diamankan oleh petugas BNN. Istri F yang berinisial FAIA juga turut diamankan.

(jon)

Berita Terkait

Baca Juga