Kejagung Tahan Dua Mantan Jaksa Terkait Kasus Barang Sitaan

Kejagung Tahan Dua Mantan Jaksa Terkait Kasus Barang Sitaan Mantan Jaksa, Ngalimun keluar dari gedung Jampidsus dengan mengenakan rompi tahanan dan langsung masuk ke mobil tahanan. (Istimewa)

Covesia.com- Tim Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan dua mantan Jaksa yakni Chuck Suryosumpeno dan Ngalimun terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelesaian barang rampasan dan barang eksekusi.

Chuck Suryosumpeno dan Ngalimun keluar dari gedung Jampidsus dengan mengenakan rompi tahanan Kejagung berwarna merah. Keduanya pun langsung masuk ke mobil tahanan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Mukri pun membenarkan penahanan tersebut. "Betul (ditahan)," kata Mukri saat dikonfirmasi Covesia.com, Rabu (14/11/2018).

Sebelumnya, Tim penyidik Kejaksaan Agung juga telah memeriksa Chuck yang merupakan Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku pada Rabu (7/11).

Chuck Suryosumpeno juga sebelumnya menjabat Ketua Tim Satgasus Barang Rampasan dan Barang Sita Eksekusi Kejaksaan Agung.

Kasus ini berawal ketika Tim Satgassus Kejaksaan Agung menyita barang rampasan berupa tiga bidang tanah di wilayah Jatinegara, Puri Kembangan dan Cisarua terkait perkara korupsi pengemplang BLBI berkaitan Bank Harapan Sentosa (BHS) dengan nama terpidana Hendra Rahardja.

Penyitaan yang dilakukan Tim Satgassus Kejaksaan Agung tersebut dinilai tidak sesuai dengan Standar Operational Procedur (SOP).

Pasalnya, penyitaan lahan di wilayah Jatinegara yang di atasnya berdiri sejumlah rumah mewah dilakukan tanpa melalui pembentukan tim, bahkan Tim Satgassus langsung melelang aset tersebut tanpa sepengetahuan dari Kejaksaan Agung.

Kemudian, hasil dari penyitaan aset berupa tanah di wilayah Jatinegara, Cisarua dan Puri Kembangan itu, negara juga tidak mendapatkan pemasukan yang maksimal. Aset di wilayah Jatinegara hanya dijual Rp 25 miliar dan itu pun tidak sesuai ketentuan.

Sesuai prosedur, barang rampasan berupa tanah itu seharusnya disita terlebih dulu, baru kemudian bisa dilelang. Dari uang muka Rp 6 miliar, Tim Satgassus hanya menyetorkan Rp 2 miliar ke Kejaksaan Agung dari hasil penyitaan dan lelang tersebut.

Sebelumnya Kejagung juga telah menetapkan Albertus Sugeng Mulyanto selaku pihak swasta dan Zainal Abidin sebagai tersangka pada perkara ini.

(jon)

 

Berita Terkait

Baca Juga