Ini Kata Megawati Soal Prabowo

Ini Kata Megawati Soal Prabowo Megawati Soekarnoputri menyampaikan sambutan ketika pembukaan pembekalan calon legislatif (caleg) DPR gelombang III di Kantor PDI Perjuangan, Jakarta, Kamis (15/11/2018). (Antara Foto/Wahyu Putro A/pras)

Covesia.com- Ketua Umum Megawati Soekarnoputri menyayangkan calon Presiden Prabowo Subianto dikelilingi oleh orang-orang yang dalam pandangannya seperti suka menjalankan hal-hal buruk.

"Saya kasihan pada Pak Prabowo kenapa orang-orang di sekitarnya suka melontarkan kritik kepada pemerintah yang bukan kritik positif," kata Megawati Soekarnoputri saat menyampaikan pidato pada pembukaan Sekolah Partai Angkatan III sekaligus penutupan Pembekalan Kader Fungsional, di kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta, Kamis (15/11/2018)

Sekolah Partai PDI Perjuangan Angkatan III dan Pembekalan Kader Fungsional diikuti sekitar 130 orang peserta dan berlangsung hingga Minggu (18/11).

Menurut Megawati, orang-orang di sekitar Prabowo Subianto suka mengkritisi pemerintahan Presiden joko Widodo tapi dengan narasi dan kampanye negatif. "Kritik yang disampaikan, bukan kritikan positif," katanya.

 Presiden Kelima Republik Indonesia ini menegaskan, dirinya tidak pernah menghujat dan menjelekkan orang lain.

"Saya tidak pernah mengatakan hal yang jelek pada orang lain. Sampai Pak Prabowo pun hormat dengan saya," katanya. Pak Prabowo juga tidak pernah menjelekkan saya," kata Megawati yang pada pemilu presiden tahun 2009 berpasangan dengan Prabowo.

Menurut Megawati, kalau saat ini banyak kampanye negatif yang ditujukan kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo, dirinya justru merasa kasihan dengan Prabowo. "Saya bilang kasihan, kenapa orang-orang di sekitarnya seperti itu," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Megawati juga menegaskan, fakta adalah fakta, kebenaran adalah kebenaran, serta dukungan massa tidak dapat dilihat secara kasat mata.

Putri Proklamator Republik Indonesia, Soekarno ini juga menegaskan, Indonesia merdeka, pada 17 Agustus 1945, setelah rakyatnya berjuang dengan mengorbankan harta dan nyawa, melawan penjajah. "Perjuangan kemerdekaan itu sangat berat," katanya.

Namun saat ini, kata dia, mengapa rakyat Indonesia saling mencemooh, saling menjelekkan dan saling menghujat. "Mengapa rakyat Indonesia seperti mau diadu domba. Kasihan republik ini," katanya.

Sekolah Partai PDI Perjuangan Angkatan III dan Pembekalan Kader Fungsional diikuti sekitar 130 orang peserta dan berlangsung hingga Minggu.

(ant/jon)

 

 

Berita Terkait

Baca Juga