Napi di Pasaman Keluar Masuk Penjara Hanya Izin Lisan, Karutan Diperiksa

Napi di Pasaman Keluar Masuk Penjara Hanya Izin Lisan Karutan Diperiksa Foto: Heri Sumarno/covesia

Covesia.com - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia (Kemenkumham) Sumbar Yosman mengatakan bahwa tindakan sipir Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II Lubuk Sikaping yang mengeluarkan izin Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk keluar membeli barang tali ke pasar tanpa pengawalan dan tanpa izin dari Kepala Rutan tidak sesuai dengan aturan.

"Sebenarnya untuk mengeluarkan warga binaan pemasyarakatan tersebut ada Standar Operasional Prosedur (SOP)," ungkap Yasmon.

Saat ini pihaknya sudah memerintahkan Kepala Divisi (kadiv) Pemasyarakatan Sumbar untuk segera turun ke Rutan Lubuk Sikaping melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Rutan dan pegawai untuk diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sebelumnya diberitakan, seorang Nara Pidana (Napi) Kelas II Lubuk Sikaping, Muhammad Zikra (23) terlibat kecelakaan di Jalan Umum Pilubang, Nagari Aia Manggih, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sabtu kemarin (8/12/2018). 

Napi ini keluar dari Lapas lantaran disuruh membeli tali oleh sipir penjara dan juga sempat dilarikan ke RSUD Lubuk Sikaping untuk perawatan.

Kepala Rutan Kelas II B Lubuk Sikaping, Edi Kasman ketika dikonfirmasi Covesia.com melalui telepon genggam mengaku M. Zikra hanya diberi izin lisan keluar untuk membeli tali.

"Benar. M Zikra itu warga binaan Rutan Kelas II B Lubuk Sikaping. Tadi katanya disuruh sipir keluar untuk membeli tali. Namun, di perjalanan mengalami kecelakaan," tuturnya. 

Ketika ditanya mengapa napi disuruh membeli tali, Edi Kasman malah berkilah.

"Kata anggota, tadi izinnya begitu. Tapi saya akan panggil sipir yang piket tadi," tukasnya singkat.

Baca Juga: Bermodalkan Izin Lisan, Napi Rutan Pasaman Bebas Keluar Masuk Penjara

(don/lif)

Berita Terkait

Baca Juga