Tokoh Masyarakat Minta Pasangan Gay dan Keluarganya Disanksi Berat

Tokoh Masyarakat Minta Pasangan Gay dan Keluarganya Disanksi Berat Ilustrasi (Antara)

Covesia.com  - Tertangkapnya pasangan gay yang masih Anak Baru Gede (ABG) di Lapangan Sari Bulan, Selasa (8/1) pukul 23.00 WIB, oleh warga membuat masyarakat Kota Payakumbuh tersentak. Bahkan tokoh masyarakat Luak 50 pun bereaksi akan fenomena ini dan mendorong pemerintah dan penegak hukum memberikan sanksi berat kepada pelaku LGBT ini.

Ketua Forum Komunikasi Luak 50, Yudilfan Habib mengutuk tindakan R (18) dan RA (16) ini. Baik pelaku dan keluarganya harus diberikan sanksi yang berat sebagai shock therapy.

"Harus ada sanksi yang berat. Apa itu secara sosial maupun adat. Kalau perlu diberlakukan juga kepada keluarganya," kata Yudilfan kepada covesia.com, Rabu (9/1/2019).

Yudilfan memandang, sanksi berat kepada pelaku LGBT dan keluarganya ini adalah hal yang wajar. Jika tidak diberikan contoh, maka pelaku LGBT yang masih bersembunyi di Kota Payakumbuh dan sekitarnya akan terus main kucing-kucingan.

"Walau masih remaja dan ada yang dibawah umur. Tetap lakukan sanksi berat. Jika tidak, komitmen pemko Payakumbuh untuk bersih dari Penyakit Masyarakat (Pekat), sama saja omong kosong," katanya. 

Bahkan Yudilfan Habib ini meminta agar pasangan gay dan keluarganya dipertonton ditengah orang ramai. 

"Kalau bisa dipertontonkan di depan orang ramai seperti di dekat Tugu Adipura atau di pasar Ibuh. Biar orang LGBT dan keluarganya bisa jera," katanya.

Sementara itu Kasat Pol PP Payakumbuh, Devitra mengatakan sampai saat ini R dan RA masih diamankan di Mako Pol PP di Bukik Sibaluik untuk dimintai keterangan. 

"Masih kami amankan dan minta keterangan dari pasangan gay ini. Kemudian menunggu orang tua mereka yang sampai sekarang belum juga datang ke markas Pol PP," katanya.

Baca juga: Sepasang Gay Diamankan Warga Saat Bercinta di Payakumbuh

Kontributor Payakumbuh : Hajrafiv Satya Nugraha


Berita Terkait

Baca Juga