BMKG: Gempa 5,5 SR Guncang Kabupaten Muko-muko Dipicu oleh Penyesaran Naik

BMKG Gempa 55 SR Guncang Kabupaten Mukomuko Dipicu oleh Penyesaran Naik Ilustrasi pusat gempa (Foto:BMKG)

Covesia.com - Gempa bumi dengan dengan kekuatan 5,5 Skala Richter (SR) guncang wilayah Provinsi Bengkulu, tepatnya berlokasi di laut pada jarak 105 km arah selatan Kota Muko-muko, Kabupaten Muko-muko, di kedalaman 50 km, Sabtu (12/1/2019) pukul 02.50 WIB.

"Gempa yang mengguncang wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera pada dini hari tadi, hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan 5,5 SR yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi 5,6 SR, dengan episenter gempabumi terletak pada koordinat 3,51 Lintang Selatan dan 101,16 Bujur Timur, Kabupaten Muko-muko," ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam siaran persnya, Sabtu.

Rahmat  menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatra. 

"Konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempabumi yang sangat aktif di wilayah Sumatra. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault)," jelasnya.

Lebih lanjut Rahmat mengatakan, guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Bengkulu Utara, Lebong, Mukomuko dalam skala intensitas III-IV MMI, di daerah Kota Bengkulu dalam skala intensitas III MMI, dan di daerah Kepahiang, Bengkulu Selatan dan Padang dalam skala intensitas II MMI. 

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami," kata dia.

Ia menambahkan, hingga pukul 02.40 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

"Kepada masyarakat kita imbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, dan pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (www.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (iOS dan Android @infobmkg)," pungkasnya.

(*/don)


Berita Terkait

Baca Juga