Pembentukan Tim Gabungan Novel Dituding untuk Kepentingan Jokowi Hadapi Debat Capres

Pembentukan Tim Gabungan Novel Dituding untuk Kepentingan Jokowi Hadapi Debat Capres Novel Baswedan

Covesia.com - Partai Gerindra mengkritik pembentukan tim gabungan penyidik kasus Novel Baswedan. Menurut Gerindra, tim gabungan ini sengaja dibentuk demi kepentingan Jokowi dalam menghadapi debat capres-cawapres 17 Januari 2019.

"Pembentukan tim gabungan penyidik oleh Polri itu terindikasi hanya demi kepentingan debat capres-cawapres pekan depan," kata anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade dilansir covesia.com dari laman detik.com, Sabtu (12/1/2019).

Andre mengatakan tim gabungan itu dibentuk agar Jokowi punya jawaban andai mendapatkan pertanyaan tentang kelanjutan kasus teror terhadap Novel. Diketahui, debat perdana capres-cawapres bertemakan hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

"Ini kan rasa-rasanya hanya untuk menjawab kalau ada pertanyaan ke presiden tentang Novel Baswedan. Presiden bisa bilang kalau sudah ada tim baru yang dibentuk. Padahal yang dibutuhkan oleh masyarakat bukan tim baru ini, tapi TGPF sesuai permintaan Novel, KPK, dan masyarakat," ujarnya.

Tim gabungan penyidik untuk mengungkap kasus teror terhadap Novel itu dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada Selasa (8/1). Tim dibentuk lewat Surat Tugas Kapolri Nomor Sgas/3/I/HUK.6.6/2019. Pembentukan tim gabungan ini berdasarkan rekomendasi Komnas HAM untuk Polri terkait kasus Novel yang tak kunjung menemukan titik terang.

Andre pun pesimistis tim gabungan ini bisa mengungkap kasus Novel. Sebab, menurut dia, tim gabungan ini merupakan 'tim daur ulang'.

"Kami sih berharap tim ini bekerja dengan benar. Tapi kami pesimis ya, bahwa tim ini bisa menyelsaikan kasus Novel. Ini kan tim daur ulang saja. Tim lama yang disisipi nama baru," ujar Andre.

(lif/dtc)

Berita Terkait

Baca Juga