Makan Malam Dengan Jubir 02, Komisioner KPU Kota Pariaman Dilaporkan

Makan Malam Dengan Jubir 02 Komisioner KPU Kota Pariaman Dilaporkan Foto: Screenshot postingan Facebook Valentino T Teguh (Istimewa).

Covesia.com - Salah seorang Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman, dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pariaman atas dugaan pelanggaran kode etik penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu).

Komisioner itu, dilaporkan karena beredarnya foto dirinya di facebook bersama Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Capres Cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Informasi yang dikumpulkan Covesia.com, foto tersebut diunggah oleh akun facebook dengan nama akun Valentino T Teguh, Selasa (22/1) sekitar pukul 20.30 Wib. Akun Valentino T Teguh tersebut juga menandai sejumlah akun facebook lainnya. Namun unggahan tersebut hanya beredar sekitar satu jam di dunia maya, sebelum dihapus pemilik akun itu.

Dalam foto itu, salah seorang komisioner KPU Kota Pariaman bersama Dahnil Anzar Simanjuntak dan sejumlah orang lainnya tampak sedang menikmati makan malam dengan menu masakan khas Minangkabau, seperti rendang, gulai kepala ikan dan lainnya. Foto tersebut akhirnya dilaporkan ke Bawaslu Kota Pariaman.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Pariaman, Elmahmudi kepada Covesia.com, Kamis (31/1/2019) membenarkan jika pihaknya telah menerima laporan dugaan pelanggaran terhadap salah seorang komisioner KPU Kota Pariaman tersebut.

Namun, Elmahmudi enggan membeberkan identitas komisioner KPU Kota Pariaman yang dilaporkan tersebut. Dia juga enggan membeberkan identitas pelapor termasuk materi kajiannya. Dia berjanji akan umumkan ke publik usai dilakukannya kajian atas laporan tersebut.

"Laporannya masuk hari Rabu tanggal 30 Januari 2019 pagi. Sesuai dengan aturan dugaan pelanggaran tersebut harus dilaporkan atau menjadi temuan sejak diketahui atau ditemukan. Jika melewati akan kadaluarsa," kata dia.

Kata dia, untuk tahap pertama akan lakukan kajian awal melengkapi syarat formil ataupun materil dari laporan itu. Jika syarat tersebut terpenuhi akan lanjutkan kajian dan mengklarifikasi ke pihak terkait.

"Hasil kajian tersebut akan diklasifikasikan dalam jenis pelanggaran apakah pelanggaran administrasi, pidana ataupun kode etik," pungkasnya.

Kontributor Pariaman: Almufri Sofyan

Berita Terkait

Baca Juga