LPSK Tunggu Surat Permohonan Ganti Rugi Korban Kekerasan Oknum Polisi di Sumbar

LPSK Tunggu Surat Permohonan Ganti Rugi Korban Kekerasan Oknum Polisi di Sumbar Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu. (Istimewa)

Covesia.com- Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) siap mendorong agar Kepolisian segera membayar uang ganti rugi kepada keluarga korban kekerasan yang menyebabkan kematian di Sumatera Barat.

Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu menyatakan bahwa pihaknya akan menunggu LBH Padang untuk segera mengirim surat permohonan tersebut. Setelah itu, kata Edwin, pihaknya yang akan berkomunikasi langsung dengan pihak Kementerian Keuangan untuk menyediakan uang ganti rugi tersebut.

Menurut Partogi, mekanisme pembayaran bisa sama dengan waktu kasus salah tembak Iwan Mulyadi beberapa waktu lalu. Kementerian Keuangan menyediakan dan Polri yang memberikannya kepada keluarga korban. 

"Jadi Kementerian Keuangan tidak punya mekanisme itu. Mereka hanya menyediakan saja. Nanti, bisa institusi (Polri) atau melalui LPSK yang memberikannya," kata Partogi saat dihubungi Covesia.com, Senin (11/2/2019).

Ia pun tak membantah jika kasus ini pernah dilaporkan ke LPSK beberapa tahun lalu. "Ya mungkin kan sudah dihentikan. Bisa kirim surat permohonan kembali ke LPSK," jelas dia.

Sebelumnya, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang Wendra Rona Putra meminta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) segera menyerahkan uang ganti rugi kepada keluarga korban penganiyaan berujung kematian atas nama Faisal, Busri dan Erik Alamsyah.

Menurut Wendra, kasus Faisal dan Busri dan Erik Alamsyah sudah berkekuatan hukum tetap dan tidak ada alasan untuk tidak membayarkan uang ganti rugi kepada keluarga korban. 

"Kita Dorong Polri segera membayarkan secepatnya, karena putusan yang berkekuatan hukuman tetap harus dijalankan oleh Polri," ujarnya.

Baca Juga: Jalan Panjang Keluarga Erik Alamsyah dan Faisal-Budri Mencari Keadilan

(jon)


Berita Terkait

Baca Juga