Komnas PA: Guru Terduga Pelaku Pencabulan di Malang Terancam 20 Tahun Penjara

Komnas PA Guru Terduga Pelaku Pencabulan di Malang Terancam 20 Tahun Penjara Ilustrasi- (Istimewa)

Covesia.com- Seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Kota Malang, IM dilaporkan atas dugaan pencabulan anak didiknya. Kasus ini pun masih diselidiki aparat kepolisian.

Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait menegaskan, jika terbukti melakukan perbuatan tersebut, terduga pelaku terancam hukuman 20 tahun penjara.

Menurut Arist, sebagaimana dimaksud dalam ketentuan pasal 81 ayat (1), ayat (2) junto 76 D atau pasal 82 ayat (1), ayat (2), junto 76 E UU RI Nomor : 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor : 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak serta UU RI Nomor : 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, IM (42) guru SD K3 di Malang  terancam 20 tahun pidana penjara bahkan hukuman seumur hidup.

"Jika IM guru olah raga itu terbukti melakukan kejahatan seksual terhadap 20 orang muridnya secara berulang-ulang, maka tersangka IM yang bisa dikenakan hukuman tambahan berupa kebiri (kastrasi) dengan cara suntik kimia", tegas Arist dalam keteranganya, Selasa (12/2/2019).

Ia pun berharap Polresta Malang tidak ragu menangkap terduga tersangka dan mengusut tuntas kasus pencabulan ini. Jaksa penuntut umum pun diharapkan dapat menuntut tersangka IM dengan ancaman hukuman maksimal. 

Komnas PA juga mendesak agar Kepala Sekolah SDN K3, guru dan Kadis Pendidikan yang telah mengetahui peristiwa ini tidak menghambat para wali murid untuk melaporkan tindak pidana kejahatan seksual ini kepada Polresta Malang.

"Bagi siapapun yang melihat, mengetahui terjadinya tindak kekerasan dan pelanggaran hak anak kemudian dengan sengaja mendiamkan dan membiarkan terjadinya sebuah tindak pelanggaran terhadap hak anak, sesuai ketentuan dari UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atad UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dapat dikenakan tindak pidana minimal kurungan 6 bulan penjara dan maksimal kurungan 3 tahun," jelas Arist.

Terkait kasus ini, kata Arist, Komnas PA bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Batu, Malang dan Pasuruan serta Relawan Sahabat Anak Indonesia Jawa Timur akan memberikan advokasi hukum dan terapy psikososial (trauma healing) bagi korban dan keluarga korban.

(jon)


Berita Terkait

Baca Juga