Komnas Anak Desak PKS Pecat Caleg Terduga Pelaku Cabul di Pasaman Barat

Komnas Anak Desak PKS Pecat Caleg Terduga Pelaku Cabul di Pasaman Barat Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait (Istimewa)

Covesia.com- Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) mendesak agar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mememecat caleg berinisial AH yang diduga melakukan tindakan cabul terhadap anak kandungnya sendiri di Pasaman Barat, Sumatera Barat.

Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka Sirait menegaskan, mengingat perbuatan AH menjijikkan dan telah mencoreng citra  PKS sebagai partai religius , Komnas PA yang biasa disebut sebagai Komnas Anak mendesak agar petinggi PKS segera mendiskualifikasi atau mengeluarkan dari Caleg PKS yang akan bertanding pada pertengahan April 2019 ini. 

"Dan mendorong para petinggi PKS di Sumateta Barat dan petinggi di Jakarta agar AH  diantar (untuk) mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya secara hukum kepada polisi," kata Arist dalam keteranganya kepada Covesia.com, Rabu (13/3/2019).

Untuk pemulihan dan pendampingan korban, menurut Arist, Komnas Perlidungan Anak bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Propinsi Sumatera Barat dan Relawan Sahabat Anak Indonesia akan segera melakukan kordinasi dengan Polres Pasaman untuk membentuk tim pemulihan guna memberikan layanan psikologis terhadap korban. 

Baca: Diduga Cabuli Anak Kandung, Caleg PKS di Pasaman Barat Dipolisikan

Terkait hal ini, Ketua DPW PKS Sumbar Irsyad Syafar mengaku belum mendapatkan rincian kasus dugaan pencabulan tersebut. "Saya sedang di luar kota. Belum dapat rinciannya (kasusnya) seperti apa," kata Ketua DPW PKS Sumbar Irsyad Syafar saat dihubungi, Rabu (13/3/2019).

Terkait tuduhan tersebut, menurutnya, dalam hukum Islam, tuduhan berbuat zina mesti ada disaksikan oleh empat orang saksi. Para saksi tersebut betul-betul menyaksikannya. Bisa juga, pelaku mengakui perbuatannya. 

"Kami (PKS) sebagai partai Islam memandangnya demikian. Secara hukum, PKS memastikan tidak akan melindungi yang bersangkutan jika terbukti melakukan perbuatan cabul. Kabarnya ia (Caleg) kabur. Kami harap serahkan diri saja, biar jelas. Kalau difitnah atau benar (melakukan) nanti bisa ketahuan sendiri," sebutnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa, oknum caleg berinisial AH tersebut bukan kader PKS. Tetapi berasal dari  rekrutan partai. 

"Tapi dari informasi, dia (Caleg) baik di tengah masyarakat. Itu (perbuatan cabul) kan sifatnya privasi. Tentu kami tidak terlalu detail mengenal sampai ke situ," sebutnya.

(jon)





Berita Terkait

Baca Juga