Penembakan di Masjid Selandia Baru, 40 Tewas, 48 Luka-luka, 20 Kritis

Penembakan di Masjid Selandia Baru 40 Tewas 48 Lukaluka 20 Kritis Seorang pria berpakaian militer yang diduga salah satu pelaku dari empat pelaku penyerangan jamaah masjid di Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). Sumber: dailymail.co.uk/ facebook

Covesia.com - Seorang teroris berkewarganegaraan Australia berusia 28 tahun adalah satu dari empat orang yang diyakini terlibat dalam dua serangan masjid di Selandia Baru. Serangan itu dilaporkan menewaskan 40 orang dan 48 lainnya luka-luka.

Dikutip Covesia dari dailymail.co.uk, Jumat (15/3/2019), dari 40 orang yang terbunuh, 30 orang terbunuh di Masjid Al Noor. Sedangkan 10 lainnya terbunuh di masjid Linwood Avenue. Tiga dari korban berada di luar masjid itu sendiri.

Setidaknya 48 orang lainnya terluka di Rumah Sakit Christchurch, 20 diantaranya dalam kondisi kritis.

Saksi mata melaporkan mendengar sebanyak 50 tembakan dari senjatanya, termasuk senapan semi-otomatis dan senapan di Masjid Al Noor di Christchurch di Pulau Selatan negara itu.

Pria bersenjata itu - yang mengidentifikasi dirinya di Twitter sebagai Brenton Tarrant dari Grafton, New South Wales - menyiarkan penembakan massal di dalam Masjid Al Noor, yang terjadi sekitar pukul 13.30 (11.30 pagi waktu AEDT) ketika shalat Jumat sedang berlangsung.

Sebuah video yang dilihat oleh Daily Mail Australia menunjukkan pria itu menembakkan banyak tembakan ke puluhan orang ketika mereka mencoba melarikan diri.

Masjid kedua di Linwood, juga di Christchurch, kemudian diserang.

Empat orang ditahan untuk diinterogasi, termasuk tiga pria dan satu wanita. Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan mereka tidak ada dalam daftar pengawasan teror.

Salah satu dari mereka ditangkap saat mengenakan rompi bunuh diri, sementara seorang pria yang mengenakan seragam militer ditangkap di luar SMA Papanui.

Orang yang dicurigai sebagai penembak memposting sebuah manifesto setebal 73 halaman ke Twitter sebelum pembunuhan itu, menandakan "serangan teroris". 

(rdk)

Berita Terkait

Baca Juga