Peringati HUT ke-109, Semen Padang Undang Archandra Tahar

Peringati HUT ke109  Semen Padang Undang Archandra Tahar FOTO BERSEJARAH: Pengangkutan peralatan pabrik Indarung 1, pabrik semen pertama di Indonesia, pada 1910

Covesia.com - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pendirian Pabrik PT Semen Padang ke-109 tahun yang jatuh pada 18 Maret 2019, berbagai rangkaian kegiatan digelar. Di antara kegiatan adalah menghadirkan sejumlah tokoh nasional, seperti Wakil Menteri ESDM, Ir. Arcandra Tahar, M.Sc., Ph.D.dan konsultan SDM, Nurcahyo Adi Kusumo alias Cak Nur ke Semen Padang. Selain itu panitia menggelar seminar keuangan,  Genba Gembutsu, penanaman pohon, dan upacara pada hari puncaknya. 

Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita  Rahmawati di Padang, Jumat (15/3/2019) Nur Anita Rahmawati mengatakan,  berbeda dengan perayaan tahun sebelumnya, pada saat  upacara 18 Maret 2019, akan dilaksanakan pembacaan sejarah perusahaan semen pertama di Indonesia  itu. Tujuan,  agar karyawan/karyawati  bisa mengetahui dan mengenal perjalanan sejarah perusahaannya. Sehingga mereka akan terpacu semangatnya untuk bekerja keras, serta melanjutkan apa yang telah dirintis dan diperjuangkan  para pendahulunya.

Anita juga menuturkan usai upacara,  dilanjutkan dengan   makan bersama manajemen dengan karyawan Semen Padang Group. Setelah itu, groundbreaking Monumen Lori di Lantai I  Kantor Pusat PT Semen Padang. 

"Monumen itu dibangun, karena Lori merupakan salah satu alat distribusi bahan baku ke Pabrik Indarung I PT  Semen Padang pada tempo dulu," bebernya. Usai ground breaking Monumen Lori, juga ada kegiatan Leader Talk dari CEO Semen Indonesia Group melalui video Conference. 

Acara  dilanjutkan dengan  penghijauan berupa penanaman pohon produktif di parkiran  belakang Wisma Indarung, dan terakhir yaitu kegiatan seminar motivasi yang bertema "Happy Work Happy Life". Seminar tersebut, nantinya akan dihadiri  Nurcahyo Adi Kusumo atau Cak Nur sebagai pemateri seminar.  

"Pada peringatan HUT Pendirian Pabrik PT Semen Padang tahun ini, manajemen perusahaan mengusung tema "Build Happiness", terang Anita.

Anita menambahkan, rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain,  

seminar mengelola keuangan pada 6 Maret 2019. Kegiatan ini diikuti  150  karyawan PT Semen Padang.  Pada seminar tersebut, juga ada kegiatan berupa games-games dengan hadiah menarik untuk peserta yang beruntung. 

Ada juga lomba Genba Gembutsu yang diadakan pada 13 Maret 2019. Lomba  itu merupkan ivent rutin yang dipelopori  Biro Total Productive Maintenance (TPM). Pada lomba ini, manajemen turun ke lapangan untuk melihat tempat kerja di masing-masing unit kerja.

Tujuan lomba ini diadakan,  untuk mengidentifikasi abnormalitas yang ada di tempat kerja. 

"Kalau di tempat kerja tersebut manajemen melihat ada yang harus dilakukan perbaikan, maka ditulis jenis abnormalitasnya supaya bisa di follow up oleh unit kerja terkait," bebernya.

Pada lomba Genba Gembutsu  ini, sebut Anita, manajemen  panitia bekerjasama dengan Gojek, dan pada lomba tersebut, juga ada fun games dengan hadiah menarik yang disponsori oleh Gojek. "Tujuan lain dari kegiatan ini, yaitu untuk meningkatkan kebersamaan antara karyawan/ karyawati dengan manajemen," tuturnya. 

Jelang HUT Pendirian Pabrik tersebut juga dihadirkan Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar untuk sharing mengenai capaian bidang energi dan minaeral dengan manajemen perusahaan pada 14 Maret 2019 di Wisma Indarung. Pada  kegiatan tersebut juga ada tanya jawab seputar energi dan mineral antara karyawan dengan  Arcandra Tahar. 

PT Semen Padang berdiri pada 18 Maret 1910, merupakan perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara.  Sejarah PT Semen Padang tak bisa dilepaskan dari sejarah Sumatera Barat, dan sejarah bangsa Indonesia.   

Sejarah itu berawal ketika  tahun 1906, seorang perwira Belanda berkebangsaan Jerman, Carl Christophus Lau, menemukan batu-batu yang menarik perhatiannya di Bukit Ngalau dan Bukit Karang Putih, Nagari Lubuk Kilangan. Batu-batuan itu dikirim ke Negeri Belanda untuk diteliti. Hasilnya, batu kapur dan batu silika tersebut dapat dijadikan bahan baku untuk membuat semen.

Selanjutnya, pada tanggal 25 januari 1907 Christophus Lau mengajukan permohonan kepada pemerintah Hindia Belanda untuk mendirikan pabrik semen di Indarung. Tak sampai tujuh bulan setelah itu, permohonannya disetujui. 

Setelah menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan, antara lain Firma Gebroeders Veth, Fa. Dunlop, dan Fa. Yarman & Soon, pada tanggal 18 Maret 1910 berdirilah NV Nederlandsch Indische Portland Cement Maatschappij'(NV NIPCM) dengan Akta Notaris Johannes Pieder Smidth di Amsterdam.   Perusahaan semen ini dibuka secara resmi pada bulan Juni 1910.

(*/lif)

Berita Terkait

Baca Juga