Gelagat Aneh Oknum Guru Cabul di Limapuluh Kota Sudah Dicurigai Sejak Lama

Gelagat Aneh Oknum Guru Cabul di Limapuluh Kota Sudah Dicurigai Sejak Lama Ilustrasi

Covesia.com - Gelagat perbuatan aneh dilakukan oleh oknum guru honorer di SD Negeri 4 Taeh Baruah, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota YT ternyata sudah dirasakan oleh Karwidarsov, Kepala Sekolah SD tersebut sejak enam bulan terakhir. 

Ia sempat merekomendasikan YT untuk berhenti. Namun, ditolak oleh komite sekolah dan wali murid. Bahkan selepas itu, YT sering membawa pisau ke sekolah saat mengajar.

“Enam bulan yang lalu sudah saya rekomendasikan untuk berhenti karena ada gelagat yang aneh-aneh dalam diri dia. Hanya saja apa itu saya tidak tahu. Bahkan saat rapat dengan komite sekolah dan wali murid pernah saya rekomendasikan untuk diberhentikan. Tapi ditolak. Setelah itu, kerap kali dia bawa pisau ke sekolah dan mengajar,” kata Karwidarsov kepada Covesia.com saat dikonfirmasi, Jumat (29/03/2019).

Dengan ditolak rekomendasi tersebut, Karwi mengaku susah untuk mengambil keputusan sepihak. Ditambah lagi keseharian YT kepada lingkungan terbilang cukup baik. Bahkan di mata para wali murid, ia adalah sosok yang kreatif dan pintar.

“Saya akui dia adalah orang yang pintar dan kreatif. Dia bisa komputer dan mengajar sangat cakap. Ditambah lagi dia aktif mengajar pramuka di sekolah. Makanya mudah mengambil hati komite sekolah dan wali murid. Tapi setiap melihat dia, ada saja hal mengganjal di hati saya. Ini guru ada hal yang aneh yang dia perbuat,” kata Karwi.

Karwi juga sempat memperingati YT untuk tidak membuka bimbel pada malam hari di rumah dinasnya. Pasalnya, yang diajar adalah anak-anak SD yang notabene masih kecil. Hal-hal buruk bisa saja terjadi pada malam hari.

“Pernah saya tegur untuk tidak membuka jam bimbel pada malam hari di rumah dinas. Ditambah lagi rumah itu di lingkungan sekolah. Tapi tidak digubris oleh YT,” katanya.

Sebelumnya, masyarakat Kenagarian Taeh Baruah, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar dihebohkan oleh perbuatan seorang oknum guru honorer yang mensodomi anak muridnya. Aksi ini baru terbongkar pada Rabu, (27/03/2019) setelah keluarga korban mengepung rumah pelaku.

Setelah diusut oleh pihak Polres Payakumbuh, aksi bejat pelaku ini telah berlangsung sejak tahun 2017 dan puluhan anak murid telah menjadi korban. Setiap aksinya, pelaku mengiming-imingi nilai bagus kepada anak murid dan memberikan uang jajan sebesar Rp 5 ribu. Bagi siswa yang menolak, diancam akan diberi nilai jelek.

Kontributor Limapuluh Kota : Hajrafiv Satya Nugraha

Berita Terkait

Baca Juga