Telkomsel Pastikan Layanan Komunikasi Aman Selama Pemilu

Telkomsel Pastikan Layanan Komunikasi Aman Selama Pemilu ilustrasi

Covesia.com - Operator jaringan seluler Indonesia yakni Telkomsel telah menyiapkan dan memastikan layanan komunikasi selama Hari Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 berjalan lancar.

"Untuk pesta demokrasi Pemilu yang hampir berdekatan dengan momen Ramadhan dan Idul Fitri, Telkomsel telah menyiapkan dan memastikan infrastruktur jaringan agar selama masa tenang, Pilpres, hari pemilihan hingga pengumuman, layanan komunikasi berjalan lancar, tanpa gangguan ataupun kendala yang berarti," ujar GM External Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Denny menjelaskan bahwa pihaknya telah memastikan kesiapan infrastruktur jaringan telekomunikasi, terutama di titik yang akan menjadi pusat berkumpulnya masyarakat, seperti TPS, Kantor KPU/KPUD setempat, serta titik keramaian lainnya.

Dia juga menyatakan bahwa Telkomsel selalu menjadi bagian dari kesuksesan berbagai perhelatan nasional, dalam hal penyediaan layanan komunikasi.

"Sebagai operator flagship Indonesia. Telkomsel selalu menjadi bagian dari kesuksesan berbagai perhelatan maupun momen nasional dalam hal penyediaan layanan komunikasi, di antaranya Asian Games, Ramadhan dan Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, hingga APEC," tuturnya.

Tinggal 24 jam lagi masyarakat Indonesia akan memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden, calon anggota DPR RI, calon anggota DPD RI, calon anggota DPRD provinsi, dan calon anggota DPRD kabupaten/kota.

Pemilu pada 17 April 2019 juga telah ditetapkan sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden RI Nomor 10 Tahun 2019 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Umum Tahun 2019 sebagai Hari Libur Nasional.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengatakan bahwa pemerintah telah menetapkan pada tanggal 17 April 2019 sebagai hari libur nasional yang spesifik ditujukan agar masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya.

KPU RI juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang menghalangi warga negara yang memiliki hak pilih untuk datang ke TPS pada 17 April 2019.

(ant/lif)

Berita Terkait

Baca Juga