Petugas KPPS Meninggal karena Bertugas, Ma'ruf Amin: Sebaiknya Harus Diberi Penghargaan

Petugas KPPS Meninggal karena Bertugas Maruf Amin Sebaiknya Harus Diberi Penghargaan Ma'ruf Amin. Foto: Antara Foto/ Aprillio Akbar

Covesia.com - KPU RI pada Senin (22/4) mencatat ada 91 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia saat proses rekapitulasi hasil Pemilu 2019. Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengatakan mereka yang gugur dalam tugas sebaiknya diberi penghargaan.

"Ya sebaiknya harus diberi penghargaan, diberi kaya semacam... belasungkawa, dan saya bilang supaya ada penghargaan semacam diberikan juga santunan, diberikan penghargaan," kata Ma'ruf Amin di Kantor MUI, Jalan Proklamasi 51, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2019).

Ma'ruf menyebut nantinya akan ada evaluasi pemilu. Dia menyoroti pelaksanaan pemilu yang tahun ini digelar serentak antara pileg dan pilpres.

"Sekarang kan yang dibahas itu serentak tapi bertahap. Kemarin kan serentak, tapi sekaligus. Apa ini masih tetap dipertahankan atau ini serentak tapi diberi tahapan, itu nanti ada evaluasi pasti," sebut Ma'ruf.

Sebelumnya diberitakan, hingga Senin (22/4) petang, 91 petugas KPPS meninggal dunia dan 374 orang sakit. Mereka tersebar di 19 provinsi. KPU akan bertemu dengan Kemenkeu membahas soal santunan untuk korban. Selain itu, KPU menyebut mereka bersama pihak terkait akan mencari format pemilu paling ideal.

"Ya, kita menunggu hasil evaluasi, hasil evaluasi akan kita kaji bersama. Tentu saja bersama DPR, bersama pemerintah, dan dengan teman-teman masyarakat sipil. Sebetulnya bagaimana sih format pemilu yang paling ideal buat kita. Kita lihat kelelahan yang luar biasa dari penyelenggara pemilu di bawah," kata komisioner KPU Ilham Saputra, di KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (22/4).

(rdk)

Berita Terkait

Baca Juga