Pakar Hukum: Sulit Bagi Aparat Penegak Hukum di Level Bawah Ungkap Tuntas Judi Online

Pakar Hukum Sulit Bagi Aparat Penegak Hukum di Level Bawah Ungkap Tuntas Judi Online Ilustrasi (pixabay)

Covesia.com - Pakar hukum dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) Wendra Yunaldi menyatakan sulit bagi aparat penegak hukum di level bawah untuk mengungkap tuntas praktek judi online yang saat ini kian marak di masyarakat.

Ia berpendapat, dalam hal kejahatan cyber dan teknologi, segala sarana dan prasarana dalam pengungkapan kasus baru ada di Mabes Polri dan Polda. 

"Kalo judi konvensional nampak, dan terlihat kasat mata. Namun judi online harus menggunakan teknologi," ujar Wendra Yunaldi kepada covesia.com, Sabtu (18/05/2019).

"Kalau di Mabes Polri, sudah sering didengar pengungkapan kasus judi online ini. Namun di daerah jarang sekali," Ia mencontohkan.

Dijelaskannya, dalam hal aturan hukum, sudah tidak jadi kendala bagi aparat hukum dalam menangani kasus, pasalnya UU ITE telah mengatur dalam kejahatan cyber ini. Namun yang menjadi kendala adalah pembuktian bagi aparat penegak hukum dalam menuntaskan kasus.

"Software sudah ada seperti aturan Perundang-Undangan, Hardwarenya yang belum ada ditingkat bawah. Aparatkan tidak bisa merampas rekening seseorang tanpa bukti permulaan yang cukup," terangnya menjelaskan.

Sebelumnya, uang hasil korupsi dan penggelapan yang dilakukan oleh salah seorang oknum Karyawan Bank BRI Payakumbuh, AG (32) diduga telah habis digunakan. Mayoritas, uang tersebut dihabiskan dalam permainan judi online.

Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Nur Tamam SH melalui Kasi Intelijen, Nazif Firdaus dan Kasi Pidana Khusus, Satria Lerino mengatakan, saat penyidikan, AG mengaku uang hasil penggelapan dan korupsi dana Bank BRI digunakan untuk keperluan pribadi dan judi online. Namun, mayoritas uang tersebut digunakan di meja judi.

“Uang yang digelapkan dan dikorupsi lebih dari satu miliar rupiah. Mayoritas habis untuk judi online,” ujar Nazif Firdaus kepada wartawan, Kamis (16/5/2019).

Ia juga mengatakan judi online ini menggunakan jasa transaksi perbankan. Baik untuk membayar deposit sebagai modal judi maupun penukaran uang hasil judi yang nantinya akan masuk ke rekening AG.

“Judi onlinenya, memakai jasa transaksi perbankan dan langsung berinteraksi dengan rekening AG tersebut,” katanya lagi.

(adi/adi)

Berita Terkait

Baca Juga