Sempat Buka 24 Jam, Setelah Setahun Beroperasi Pasar di Payakumbuh ini Berubah Jadi 'Pasar Mati'

Sempat Buka 24 Jam Setelah Setahun Beroperasi Pasar di Payakumbuh ini Berubah Jadi Pasar Mati Pasar Padang Kaduduak, Payakumbuh Utara, Sumbar. (Istimewa)

Covesia.com - Sejak diresmikan oleh Walikota Payakumbuh, Riza Falepi, Mei 2018 silam, Pasar Padang Kaduduak sampai sekarang masih sepi dari aktivitas jual beli. Bahkan dari 144 Los dan 84 kios, hanya 5 kios yang buka sampai hari ini. Kondisi ini membuat pasar Padang Kaduduak seperti Pasar Mati.

Sepinya aktivitas jual beli di Pasar Padang Kaduduak yang telah menelan anggaran Miliaran Rupiah ini masih misteri. Pasalnya, sesaat peresmian Pasar ini selalu ramai dari aktivitas jual beli. 

Bahkan para pedagang ada yang membuka lapaknya 24 jam alias siang malam. Seiring waktu, Pasar yang sempat menjadi pusat pasar malam ini berubah sepi setelah lebaran Idul Adha tahun silam.

Salah seorang pedagang yang masih membuka kiosnya, Syamsawir mengatakan sepinya aktivitas pasar ini dikarenakan banyak pedagang yang merugi membuka lapak di Pasar Padang Kaduduak ini. 

Masyarakat tidak ada yang datang untuk membeli. Masih kalah dengan Pasar Payakumbuh dan Ibuh.

“Ini sudah berlanngsung sejak September 2018 kemarin. Banyak pedagang yang merugi karena sepinya masyarakat yang datang berbelanja. Mungkin karena masyarakat masih suka berbelanja di Pasar Ibuh dan Payakumbuh,” kata Syamsawit kepada wartawan, Sabtu (18/05/2019).

Selain Syamsawir yang berjualan bahan pokok harian, masih ada empat pedagang yang lain masih membuka lapaknya. 

Diantaranya adalah Wati yang menjual daging sapi. Wati satu-satunya pedagang ikan dan daging yang masih bertahan di Padang Kaduduak. Alasannya, karena dirinya telah memiliki pelanggan tetap yang setia membeli daging.

“Karena sudah ada pelanggan tetap. Makanya saya masih bertahan di sini. Jika tidak, mungkin akan bernasib sama dengan yang lain. Untuk yang menjual daging dan ikan di pasar Padang Kaduduak ini hanya saya sendiri saja lagi,” jelas Wati.

Sementara itu Kepala Dinas Perindag Kota Payakumbuh, Herlina mengakui kondisi Pasar Padang Kaduduak saat ini sangat sepi dari aktivitas jual beli. Namun demikian Pemko tetap berupaya untuk menghidupkannya kembali.

“Memang sepi. Tapi kami masih berupaya untuk menghidupkannya kembali. Kemarin kami keluarkan surat kepada seluruh pedagang yang telah mendapatkan Los dan Kios agar menempati kios masing-masing dan tidak diperbolehkan pindah ke kios lain. Namun sepertinya surat tersebut tidak mendapatkan respon dari pedagang,” Ungkapnya.

Dalam rencana ke depan, pasar Padang Kaduduak akan diubah dari pasar rakyat menjadi Pasar Wisata. Dimana lokasi pasar akan sangat berdekatan dengan sentra Rendang yang sekarang sedang digalakkan pemko Payakumbuh.

“Pasar Padang Kaduduak akan kami ubah menjadi pasar wisata. Di dekat sana akan didirikan berbagai infrastruktur untuk wisata dan sentra rendang. Termasuk gedung olahraga maupun tempat selfie. Namun hal tersebut masih sebatas konsep,” katanya.

(agg/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga