Pengakuan Tersangka IR yang Disuruh Membunuh Yunarto Wijaya

Pengakuan Tersangka IR yang Disuruh Membunuh Yunarto Wijaya Video tersangka, IR yang ditayangkan dalam konfrensi pers di Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (11/6). (Jhon Rico/ Covesia.com)

Covesia.com- Polri menayangkan beberapa video pengakuan tersangka yang berencana melakukan pembunuhan terhadap 4 tokoh nasional dan Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya.

Dalam video tersebut, tersangka, IR mengaku mendapat perintah untuk membunuh Direktur Eksekutif Charta Politika , Yunarto Wijaya.

“Pada Pada bulan April sehabis Pemilu dua hari saya ditelpon Army untuk bertemu pak Kivlan Zen di Masjid Pondok Indah. Kebetulan waktu Army telepon saya bersama Yusuf di Pos Security Peruri. Lalu keeseokan harinya saya mengajak Yusuf untuk ketemu pak Kivlan Zen ke Masjid Pondok Indah,” kata IR dalam video yang ditayangkan Polri saat gelar jumpa pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/5/2019).

Baca: Pengakuan Tersangka Iwan Disuruh Beli Senjata oleh Kivlan Zein

Menurut dia, dalam pertemuan tersebut ia dan Kivlan Zen bertemu di mobil Kivlan Zen. “Lalu pak Kivlan mengeluarkan HP dan menunjukan alamat  serta foto pak Yunarto Lembaga quick count. Dan Pak Kivlan berkata kepada saya coba kamu cek alamat ini, nanti kamu foto dan video-kan.  Siap saya bilang. Lalu beliau berkata lagi, nanti saya kasih uang operasional 5 juta. Cukuplah untuk bensin, makan  dan uang kendaraan. Lalu saya jawab, Siap,” kata dia.

“Lalu beliau berkata lagi, kalau nanti ada yang bisa eksekusi saya jamin anak dan istrinya serta liburan kemanapun. Lalu saya disuruh keluar dari mobil dan beliau pun memerintshkan Eka (Supir Kivlan Zen) uang operasional 5 juta. Setelah kita terima uang 5 juta itu, saya dan Yusuf kembali pulang,” sambung dia.

Baca juga: Mengaku Disuruh Kivlan Eksekusi Empat Tokoh, ini Pengakuan Tajudin

Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary mengatakan, dengan keterangan terduga pelaku, saksi dan barang bukti adanya persesuaian bahwa mereka ini bermufakat melakukan kejahatan pembunuhan berencana terhadap 4 tokoh nasional dan 1 Direktur Eksekutif Charta Politika, lembaga survei.

Polri sebelumnya juga telah merilis enam tersangka terkait kepemilikan senpi ilegal, termasuk ada yang terlibat rencana pembunuhan tokoh nasional berinisial HK alias Iwan, AZ, IF, TJ, AD, dan AF alias Fifi.

(jon)

Berita Terkait

Baca Juga